Mesin dual VVTI pada Toyota merupakan inovasi baru di dunia otomotif. (Auto 2000)
INDOZONE.ID - Mesin Dual VVT-i (Variable Valve Timing-intelligent) adalah mahakarya Toyota yang dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa bertenaga dan efisiensi bahan bakar yang tinggi.
Teknologi ini bekerja dengan mengatur waktu buka-tutup katup masuk (intake) dan katup buang (exhaust) secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan putaran mesin.
Meskipun dikenal tangguh dan minim perawatan, mesin modern seperti yang tertanam pada Avanza, Veloz, hingga Innova Zenix ini tetap membutuhkan perlakuan khusus agar sistem variabelnya tidak macet dan tetap irit. Berikut adalah 5 cara merawat mesin Dual VVT-i agar tetap awet dan performanya selalu ngisi!
Ilustrasi mengganti oli mobil. (Pertamina Lubricants)
Sistem Dual VVT-i bekerja menggunakan tekanan hidrolis dari oli mesin untuk menggerakkan actuator. Jalur oli pada mesin ini sangatlah sempit dan presisi.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan oli dengan viskositas encer seperti 0W-20 atau 5W-30 (sesuai rekomendasi buku manual).
Jangan sekali-kali menggunakan oli kental karena akan menghambat kerja katup variabel, membuat suara mesin kasar, dan menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat drastis.
Pastikan juga kamu mengganti oli tepat waktu setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali.
Banyak pemilik mobil yang sering melewatkan penggantian filter oli. Pada mesin Dual VVT-i, filter oli yang bersih adalah kunci.
Jika filter oli tersumbat kotoran atau kerak (sludge), tekanan oli ke sistem VVT-i akan terganggu. Hal ini bisa menyebabkan sensor VVT-i malfungsi dan membuat mesin terasa lemot.
Baca juga: Dear Pemula, Ini Waktu Ganti Oli Filter Mobil yang Harus Kamu Perhatikan dan Jangan Sampai Terlewat!
Biasakan untuk mengganti filter oli setiap kali kamu melakukan penggantian oli mesin agar sirkulasi pelumas tetap lancar tanpa hambatan.
Mesin Dual VVT-i modern memiliki rasio kompresi yang cukup tinggi untuk mengejar efisiensi. Penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah (di bawah 92) dapat menyebabkan gejala knocking atau ngelitik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000