Ilustrasi setir mobil. (Dok. Freepik.)
INDOZONE.ID - Pernah mencium aroma hangus atau gosong saat berkendara di mobil? Jangan anggap remeh, Bau gosong yang muncul setelah perjalanan panjang bisa jadi akibat dari kerusakan yang cukup serius.
Berikut penyebab teknisnya dan cara mencegahnya sejak dini.
Ini penyebab paling umum, terutama pada mobil bertransmisi manual. Saat berhenti di tanjakan, banyak pengemudi menahan pedal kopling di posisi setengah (setengah kopling) sambil menginjak gas agar mobil tidak mundur.
Kebiasaan ini membuat kampas kopling terus bergesekan dengan flywheel tanpa benar-benar "terhubung penuh", sehingga menghasilkan panas berlebih dan aroma gosong khas material yang terbakar.
Baca juga: Selain Bau Hangus, Ini 5 Ciri-ciri Kampas Rem Mobil Gosong yang Harus Kamu Pahami dan Deteksi!
Kampas kopling yang sudah tipis membuat daya cengkeramnya terhadap flywheel berkurang, sehingga mudah selip (slip) saat menanjak.
Gesekan akibat selip inilah yang memicu bau hangus, bahkan kadang disertai suara mendecit halus dari area transmisi.
Menanjak dengan gigi terlalu tinggi memaksa kopling menahan beban lebih besar dari kapasitasnya, sehingga mudah panas.
Sebaliknya, terlalu sering bermain kopling saat menanjak pelan-pelan (misalnya di kemacetan tanjakan) juga mempercepat keausan.
Membawa beban penumpang atau barang melebihi kapasitas mobil membuat kerja mesin dan kopling semakin berat saat menanjak, mempercepat panas berlebih pada kampas kopling.
Pada mobil matic, bau gosong saat menanjak bisa muncul akibat oli transmisi (ATF) yang sudah kotor atau volumenya berkurang, sehingga pelumasan pada kampling tidak optimal.
Baca juga: Mengenal Penyebab Kopling Mobil Bunyi Saat Diinjak, Pertanda Harus ke Bengkel?
Bau gosong saat menanjak bukan sekadar gangguan kenyamanan, tapi sinyal awal kerusakan komponen transmisi yang bisa berdampak pada keselamatan berkendara jika dibiarkan terlalu lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SUZUKI, Auto 2000