INDOZONE.ID - Bagi para pemilik mobil bertransmisi manual, kenyamanan saat berpindah gigi sangat bergantung pada kesehatan sistem mekanis kopling yang bekerja di balik pedal kiri kamu. Namun, seiring dengan pemakaian kendaraan yang intensif, tak jarang muncul suara-suara aneh seperti bunyi derit, ketukan, atau bahkan bunyi kasar saat pedal kopling mulai diinjak.
Munculnya suara ini bukanlah hal yang bisa kamu anggap sepele, karena sering kali bunyi tersebut merupakan sinyal peringatan dini bahwa ada komponen internal yang mulai mengalami keausan atau kerusakan serius.
Berikut adalah 3 penyebab utama kopling mobil berbunyi saat diinjak yang wajib kamu pahami agar terhindar dari biaya perbaikan yang membengkak di kemudian hari.
Penyebab paling umum yang sering ditemukan saat pedal kopling mengeluarkan suara kasar atau mendengung adalah kondisi release bearing yang sudah tidak prima lagi. Komponen kecil berbentuk bantalan peluru ini bertugas untuk menekan pelat matahari (diaphragm spring) saat kamu menginjak pedal guna memutus putaran mesin.
Seiring berjalannya waktu, pelumasan di dalam bantalan ini bisa mengering atau pelor di dalamnya mulai pecah, sehingga menimbulkan gesekan logam yang kasar.
Baca juga: 5 Ciri-ciri Kampas Kopling Mobil Hangus yang Harus Kamu Waspadai, Jangan Sampai Telat Mencegah!
Biasanya, bunyi akibat release bearing akan terdengar semakin jelas saat kaki kamu mulai menekan pedal dan akan hilang seketika saat pedal dilepaskan. Jika suara ini sudah terdengar cukup nyaring, sangat disarankan untuk segera melakukan penggantian komponen tersebut.
Membiarkannya terus bekerja dalam kondisi rusak dapat mengakibatkan kerusakan merembet ke bagian clutch cover atau matahari kopling, yang tentu saja akan menambah daftar belanja suku cadang kamu.
Ilustrasi servis mobil. (Dok. Astra Daihatsu Motor)
Pernahkah kamu mendengar suara derit tajam seperti engsel pintu yang kering saat menginjak pedal kopling? Jika iya, kemungkinan besar masalahnya terletak pada release fork atau garpu pengungkit yang kekurangan pelumasan. Komponen ini berfungsi sebagai penggerak release bearing dan memiliki titik tumpu (pivot ball) yang membutuhkan gemuk atau grease agar dapat bergerak dengan lancar tanpa hambatan gesekan.
Baca juga: 5 Penyebab Kopling Mobil Keras yang Kamu Harus Tahu: Jangan Disepelekan!
Paparan debu, kotoran, atau air yang masuk ke dalam rumah transmisi dapat membuat pelumas pada titik tumpu ini mengering atau mengeras. Meskipun secara fungsi mekanis kopling mungkin masih terasa normal, suara derit yang dihasilkan tentu sangat mengganggu kenyamanan berkendara.
Kabar baiknya, masalah ini sering kali dapat diatasi dengan pemberian pelumas ulang pada titik-titik gesekan tersebut tanpa harus melakukan penggantian unit secara keseluruhan, asalkan kondisi fisiknya belum mengalami keausan yang parah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000