Ilustrasi body repair (Handout)
INDOZONE.ID - Banyak pemilik mobil merasa proses body repair selesai ketika bagian yang penyok sudah kembali rata dan cat terlihat mulus. Padahal, benturan bisa berdampak ke bagian lain yang tidak langsung terlihat dari luar, mulai dari kaki-kaki, rack steer, dudukan bumper, hingga posisi panel kendaraan.
TJM Repair & Repaint Center melihat kondisi ini sebagai hal yang penting untuk dipahami pemilik kendaraan. Menurut TJM, perbaikan mobil setelah benturan sebaiknya tidak hanya mengejar tampilan, tetapi juga memastikan bagian lain yang terdampak tetap berfungsi dengan baik dan aman digunakan.
Owner TJM Repair & Repaint Center, Braychiho, mengatakan benturan ringan sekalipun bisa memengaruhi beberapa komponen kendaraan. Mobil mungkin terlihat kembali normal setelah diperbaiki, tetapi belum tentu seluruh bagiannya sudah berada dalam kondisi yang tepat.
"Dari luar mobil bisa terlihat mulus lagi, tetapi benturan kadang meninggalkan masalah di kaki-kaki, rack steer, bracket, atau celah panel. Karena itu, pemeriksaannya jangan berhenti di bodi dan cat saja," ujar Braychiho saat ditemui Indozone beberapa waktu lalu.
Baca juga: Aktivitas Mulai Jalan, Bisnis Body Repair Catat Kenaikan
Untuk membantu menemukan masalah yang tidak terlihat, TJM Repair & Repaint Center menerapkan inspeksi kendaraan hingga 265 titik. Pemeriksaan dapat dilakukan sebelum maupun selama proses pengerjaan, tergantung kondisi kendaraan dan jenis benturan yang dialami.
Bagian yang diperiksa antara lain celah antar-panel, dudukan bumper, bracket panel, kaki-kaki, rack steer, sudut roda, sistem pengereman, ban dan velg, kelistrikan, hingga sistem AC. Hasil pemeriksaan kemudian digunakan sebagai dasar untuk menentukan bagian mana yang perlu diperbaiki terlebih dahulu.
"Kami ingin pelanggan tahu kondisi mobilnya secara utuh sebelum memutuskan pengerjaan. Jadi bukan hanya melihat bagian yang rusak dari luar, tetapi juga mengecek kemungkinan masalah lain yang muncul akibat benturan," kata Braychiho.
Dalam proses pemeriksaan kaki-kaki, TJM menggunakan shaking machine untuk membantu melihat adanya kelonggaran atau gerakan tidak normal pada komponen kendaraan. Pemeriksaan juga dapat dilanjutkan dengan spooring untuk mengecek sudut roda dan membantu mengembalikan kestabilan mobil setelah benturan.
Teknisi juga memeriksa presisi panel, mulai dari pintu, kap mesin, bagasi, hingga bumper. Celah panel yang tidak rata bukan hanya memengaruhi tampilan kendaraan, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya dudukan atau struktur yang bergeser.
Baca juga: Bukan Pakai Ritual, Ini Cara Kerja Ketok Magic yang Sebenarnya!
Setiap pengerjaan dilengkapi laporan before, process, dan after. Pelanggan dapat melihat kondisi kendaraan sebelum dikerjakan, mengikuti perkembangan proses perbaikan, dan mengetahui hasil akhirnya. Jika ditemukan kerusakan tambahan, tim akan lebih dulu menyampaikan temuan tersebut kepada pelanggan sebelum melakukan pekerjaan berikutnya.
"Kalau ada temuan di luar pekerjaan awal, kami informasikan dulu. Tidak ada pengerjaan tambahan tanpa persetujuan pelanggan. Kami ingin prosesnya jelas dan pelanggan merasa lebih tenang," ungkap Braychiho.
Sebelum kendaraan diserahkan, setiap unit melewati tahapan quality control. Pengecekan dilakukan pada hasil body repair, kualitas cat, presisi panel, serta bagian mekanis yang ikut diperiksa selama proses pengerjaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan