Ilustrasi kampas rem mobil yang aus. (freepik)
INDOZONE.ID - Banyak pemilik mobil hanya sadar kampas rem bermasalah saat sudah tercium bau hangus menyengat. Padahal, sebelum sampai ke tahap itu, biasanya ada sejumlah tanda awal yang sering dianggap sepele.
Kalau dibiarkan, kondisi kampas rem gosong bisa bikin jarak pengereman makin panjang, rem terasa tidak pakem, bahkan memicu kerusakan di komponen lain seperti cakram.
Kampas rem yang gosong biasanya terjadi karena panas berlebih akibat gesekan ekstrem antara kampas dan piringan rem.
Penyebabnya bisa beragam, mulai dari gaya mengemudi yang terlalu agresif, beban kendaraan yang terlalu berat, sampai jarangnya perawatan.
Supaya tidak telat sadar, berikut ciri-ciri kampas rem gosong selain bau hangus yang harus benar-benar kamu pahami.
Ilustrasi tanda rem mobil mulai blong. (Toyota Astra Motor)
Salah satu tanda paling umum saat kampas rem mulai gosong adalah pedal rem terasa lebih dalam saat diinjak.
Biasanya, rem langsung merespons saat diinjak sedikit, tapi saat kampas mulai rusak, kamu harus menekan pedal lebih jauh agar mobil mau melambat.
Hal ini terjadi karena permukaan kampas sudah berubah karakter akibat panas tinggi. Kampas jadi keras dan licin, sehingga daya cengkeramnya terhadap cakram menurun.
Kalau kejadian ini terus dibiarkan, risiko rem blong bisa makin besar, apalagi saat kondisi darurat.
Ilustrasi Pedal Gas dan Rem Mobil Matic
Ketika kampas rem sudah gosong atau tidak rata, biasanya akan muncul getaran saat pengereman. Getaran ini bisa terasa di pedal, setir, atau bahkan seluruh bodi mobil. Rasanya seperti rem “menendang” balik saat ditekan.
Baca juga: Rem Tiba-Tiba Tidak Berfungsi? Ini Cara Aman Menghentikan Mobil dengan Aman
Penyebabnya biasanya karena permukaan kampas maupun cakram sudah tidak rata akibat panas berlebih. Gesekan jadi tidak stabil, sehingga timbul vibrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000