INDOZONE.ID - Pemerintah menilai Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 tak lagi sekadar ajang pamer kendaraan.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihatnya sebagai ruang strategis untuk menyatukan kebijakan, industri, dan pasar demi masa depan otomotif nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmennya menjadikan IIMS 2026 sebagai akselerator pemulihan industri otomotif yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
“Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” ujarnya dikutip Indozone, Jumat (6/2/2026).
Sepanjang Triwulan I–III 2025, Industri Pengolahan Non Migas (IPNM) tumbuh 5,17 persen.
Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,01 persen.
Baca juga: Mobil dan Motor Baru di IIMS 2026, Mana Pilihan Kamu?
Baca juga: Cara ke IIMS 2026: Panduan Lengkap ke JIExpo Kemayoran
Nilai tambahnya mencapai Rp92,16 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pengunjung IIMS 2026. Deretan mobil dan motor baru di IIMS 2026. (Indozone/Rachmat Fahzry)
Kontribusi IPNM ke PDB nasional menyentuh 17,27 persen atau setara Rp3.051,58 triliun.
Dari sisi ekspor, IPNM menyumbang USD227,10 miliar atau lebih dari 80 persen total ekspor nasional.
Investasinya pun signifikan, mencapai Rp552 triliun dan menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja.
Menurut Agus, capaian manufaktur tersebut tak lepas dari peran besar sektor otomotif sebagai salah satu pilar industri nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan