Tampilan Toyota Fortuner VNT Turbo yang bertenaga.
INDOZONE.ID - Toyota Fortuner merupakan salah satu SUV yang sangat populer di Indonesia, dikenal dengan performa yang handal dan kenyamanan berkendara yang tinggi.
Namun, sering kali muncul pertanyaan mengenai jenis bahan bakar yang paling tepat untuk kendaraan ini, khususnya mengenai penggunaan Pertalite.
Banyak pemilik Fortuner, terutama yang menggunakan varian bensin, penasaran apakah mereka boleh menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar. Mari kita bahas lebih dalam mengenai hal ini!
Tampilan Toyota Fortuner VNT Turbo yang bertenaga.
Toyota Fortuner yang menggunakan mesin bensin biasanya dilengkapi dengan mesin berkapasitas 2.7 liter. Mesin ini dirancang untuk memberikan performa yang optimal dengan penggunaan bahan bakar yang sesuai.
Baca Juga: 5 Kelebihan Toyota Fortuner Bensin, Mending Mana sama Diesel?
Umumnya, mesin ini merekomendasikan penggunaan bahan bakar dengan oktan yang cukup tinggi, seperti Pertamax atau bahan bakar dengan RON (Research Octane Number) 92 ke atas.
Pertalite adalah jenis bahan bakar yang diproduksi oleh Pertamina dengan RON 90. Bahan bakar ini dirancang untuk memberikan alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan Pertamax, tetapi tetap memberikan performa yang lebih baik dibandingkan Premium yang memiliki RON 88.
Pertalite biasanya menjadi pilihan banyak pengguna kendaraan di Indonesia karena harganya yang lebih murah, tetapi tetap memiliki kualitas yang cukup baik untuk mesin bensin.
Secara teknis, Toyota Fortuner bensin bisa menggunakan Pertalite. Namun, menggunakan Pertalite secara terus-menerus tidak dianjurkan.
Mesin Fortuner didesain untuk performa terbaik dengan bahan bakar beroktan tinggi, dan menggunakan Pertalite dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan beberapa masalah, seperti:
Tampilan Toyota Fortuner VNT Turbo yang bertenaga.
Untuk menjaga performa dan keawetan mesin Toyota Fortuner, disarankan untuk menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan, yaitu Pertamax atau bahan bakar dengan RON 92 ke atas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000