Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 10:07 WIB

Bos GWM Akui Kualitas Mobil China Belum Selevel Jerman dan Jepang

Author

GWM Tank 500 diesel di IIMS 2026. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Bos Great Wall Motor (GWM), Wei Jianjun mengakui industri otomotif China masih punya “kesenjangan sangat besar” dibanding produsen global.

Meski ekspor dan penjualan naik tajam pada 2025–2026, ia menegaskan produsen China tak boleh terlena dan harus fokus pada kualitas, teknologi, serta daya saing jangka panjang.

Industri otomotif China memang sedang melesat. Ekspor naik, produksi membengkak, dan merek-merek lokal makin sering terlihat di jalanan luar negeri.

Tapi di tengah euforia itu, bos GWM justru memilih nada hati-hati.

Dalam rapat tahunan perusahaan awal Februari 2026 lalu, pendiri sekaligus chairman GWM, Wei Jianjun, mengingatkan bahwa industri otomotif China masih belum sejajar dengan pemain global.

Menurut laporan media otomotif China Y-Auto, Wei menyebut masih ada “kesenjangan yang sangat besar” antara produsen mobil Tiongkok dan raksasa otomotif dunia.

Baca juga: 5 Kelebihan GWM Tank 500 Diesel Terbaru 2026 dibanding SUV Diesel Lainnya

Baca juga: Bedah Spek GWM Tank 500 Diesel, SUV Besar dengan Filosofi Drive First Class Everywhere

Jangan Terlalu Percaya Diri

Wei berbicara lugas di hadapan karyawannya. Ia menilai pertumbuhan skala produksi dan ekspor memang impresif, tapi itu bukan jaminan daya saing jangka panjang.

Ia mengingatkan agar perusahaan-perusahaan China, termasuk GWM sendiri, tidak terjebak rasa percaya diri berlebihan.

GWM Ora 03 diproduksi lokal. (Dok. GWM Indonesia)

Produsen dari Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, menurutnya, masih unggul dalam pengalaman manufaktur dan kedalaman teknologi.

“Kita harus terus belajar dan mengevaluasi diri,” ujarnya.

Belajar dari Toyota Soal Kualitas

Dalam pernyataannya, Wei menyinggung satu Toyota.

Ia menyebut Toyota sebagai contoh bagaimana produsen mobil menjaga kepercayaan publik, bahkan saat menghadapi penarikan produk (recall).

Menurut Wei, Toyota tetap dipercaya karena mereka proaktif mengatasi masalah dan transparan dalam komunikasi perbaikan kepada pelanggan.

Ia menekankan bahwa reputasi merek dibangun bukan hanya dari angka penjualan, tapi dari cara perusahaan merespons krisis kualitas.

Perang Harga Bisa Jadi Bumerang

Wei juga menyoroti fenomena perang harga di pasar otomotif China.

Diskon besar-besaran memang bisa mendongkrak volume dalam jangka pendek. Tapi tanpa model bisnis yang sehat dan kualitas produk yang konsisten, strategi itu bisa menjadi risiko jangka panjang.

Ia mengingatkan bahwa ekspansi ke luar negeri pun saat ini masih sangat bergantung pada daya saing harga.

Mengandalkan harga murah saja, kata Wei, bisa membatasi pengembangan brand di pasar internasional dalam jangka panjang.

GWM Ora 03 warna Verdant Green bisa berubah warna tergantung kondisi cahaya. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Kinerja GWM 2025

Secara angka, performa GWM tak bisa dianggap kecil. Pada 2025, penjualan globalnya mencapai 1,3237 juta unit.

Dari jumlah itu, 403.700 unit merupakan kendaraan energi baru (NEV), dan 506.100 unit dikirim ke pasar luar negeri.

Pendapatan tahunan perusahaan tembus 222,79 miliar yuan atau sekitar 30,77 miliar dolar AS. Laba bersihnya mencapai 9,912 miliar yuan.

Sekitar 30 persen pengiriman GWM berasal dari kendaraan energi baru, meski sebagian besar masih didominasi model bensin dan hibrida.

Sebagai perbandingan, BYD sudah sepenuhnya beralih ke produksi kendaraan energi baru dan menghentikan penjualan mobil bermesin pembakaran internal murni dalam beberapa tahun terakhir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Carnewschina

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU