Ilustrasi logo Toyota. Bos Toyota ajak produsen mobil Jepang bersatu kalahkan China. (Dok. ACC One)
INDOZONE.ID - Bos Toyota mengusulkan strategi baru untuk menghadapi dominasi produsen mobil China.
Alih-alih perang harga, Toyota ingin produsen mobil Jepang memakai standar komponen yang sama, agar biaya produksi lebih murah dan dananya bisa dialihkan untuk mengembangkan teknologi mobil masa depan.
Vice President Toyota, Koji Sato, menilai industri otomotif Jepang sedang berada di titik yang krusial.
Menurutnya, produsen mobil Jepang harus berubah jika ingin tetap bersaing dengan China, terutama di era kendaraan listrik (EV).
Pernyataan itu disampaikan Sato dalam pertemuan pemasok tahunan Toyota pada Maret 2026 lalu.
“Kecuali ada perubahan, kita tidak akan bertahan,” kata Sato dikutip dari Automotive News.
Ia memang tidak menyebut produsen mobil China secara langsung. Namun, Sato menegaskan bahwa targetnya adalah meningkatkan "daya saing internasional" industri otomotif Jepang.
Baca juga: PM Jepang Tinggalkan Sedan, Pilih SUV Mewah Toyota Century
Kekhawatiran itu muncul bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, merek-merek asal China terus mencuri perhatian di berbagai pasar global.
Pada Mei 2026, produsen mobil China bahkan berhasil melampaui gabungan penjualan merek Jepang di Eropa untuk pertama kalinya.
Baca juga: Bos Toyota Merasa Kesepian, Takut Semua Orang Pakai Mobil Listrik
Data Asosiasi Produsen Mobil Eropa mencatat Geely Group, SAIC Motor, BYD, Chery Automobile, dan Leapmotor menjual total 138.140 unit mobil di Eropa dalam sebulan.
Sebagai perbandingan, Toyota, Suzuki, Honda, Nissan, Mazda, dan Mitsubishi hanya membukukan 130.424 unit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Automotive News