INDOZONE.ID - Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Rivian resmi membuka konfigurator online untuk SUV listrik terbarunya, Rivian R2. Mobil ini memang sudah lama dinantikan karena disebut-sebut bakal jadi model paling “masuk akal” dari Rivian, baik dari sisi harga maupun penggunaan harian.
Antusiasme pasar terhadap Rivian R2 juga terbilang besar. Pabrikan tersebut mengklaim sudah mengantongi lebih dari 200 ribu reservasi untuk model ini sebelum pengiriman massal dimulai.
Lewat konfigurator online tersebut, calon pembeli kini bisa memilih berbagai opsi mulai dari warna, tipe velg, paket teknologi, hingga konfigurasi penggerak. Menariknya, Rivian juga mulai membuka informasi soal estimasi waktu pengiriman untuk tiap varian dan warna tertentu.
Baca juga: Hyundai Ioniq V Debut di China, SUV Listrik Khusus Pasar Lokal
Harga Mulai Rp700 Jutaan
Rivian R2 versi paling dasar dibanderol mulai 41.390 euro atau sekitar Rp770 jutaan. Varian ini menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD) dengan estimasi jarak tempuh hingga 555 km dalam sekali pengisian daya.
Buat konsumen yang ingin performa lebih stabil dan traksi lebih baik, Rivian menyediakan opsi penggerak all-wheel drive (AWD) dengan tambahan biaya sekitar 3.000 euro atau setara Rp55 jutaan.
Namun, penggunaan AWD membuat jarak tempuh sedikit turun menjadi sekitar 531 km. Meski begitu, varian AWD membuka opsi tambahan towing package untuk menarik beban, dengan biaya tambahan sekitar 811 euro.
Di atasnya ada varian Premium yang dijual mulai 46.090 euro atau setara Rp858 jutaan dan sudah menggunakan AWD sebagai fitur standar.
Sementara varian paling tinggi adalah Performance trim dengan paket Launch Package yang dibanderol sekitar 49.500 euro atau hampir Rp922 juta. Paket ini sudah termasuk fitur Autonomy+, towing package, key fob eksklusif, hingga warna khusus Launch Green.
Kalau semua opsi tambahan dipilih, harga Rivian R2 bisa menembus lebih dari 53 ribu euro atau sekitar Rp997 jutaan.
Warna dan Fitur Tambahan Bisa Bikin Waktu Tunggu Makin Lama
Rivian juga memberikan cukup banyak opsi personalisasi untuk R2. Warna silver menjadi satu-satunya warna standar tanpa biaya tambahan.
Kalau konsumen memilih warna lain, biaya ekstra yang dikenakan berkisar antara 900 hingga 1.700 euro tergantung pilihan.
Menariknya, beberapa warna tertentu justru belum tersedia dalam waktu dekat. Contohnya warna Forest Green yang baru akan tersedia pada akhir 2026. Sementara warna ungu Borealis yang khusus untuk varian Performance baru hadir pada 2027.
Di bagian interior, Rivian menyediakan tema kabin Dark sebagai standar. Ada juga pilihan interior warna terang bernama Coastal Cloud dengan biaya tambahan sekitar 900 euro.
Untuk velg, varian standar memakai pelek 19 inci. Konsumen bisa upgrade ke velg 20 inci dengan tambahan biaya. Sementara varian Premium dan Performance punya opsi velg lebih besar hingga 21 inci.
Baca juga: SUV Listrik Premium Volvo EX90 Resmi Meluncur di Indonesia, Berapa Harganya?
Siap Diajak Off-Road
Sebagai SUV listrik, Rivian tetap mempertahankan karakter petualang yang jadi identitas merek mereka.
Khusus varian Performance, konsumen bisa mengganti velg standar dengan pelek 20 inci Black Sand yang dipadukan ban all-terrain BF Goodrich ukuran 32 inci. Paket ini cocok buat pengguna yang suka off-road ringan hingga medan semi ekstrem.
Rivian juga menyediakan ban serep ringkas lengkap dengan dongkrak dan wheel chock seharga 644 euro. Menariknya, SUV ini punya ruang penyimpanan khusus ban cadangan di bawah lantai belakang, fitur yang mulai jarang ditemukan di mobil listrik modern.
Fitur Semi Otonom dan Produksi Sudah Dimulai
Untuk teknologi, Rivian menawarkan paket Autonomy+ seharga 2.100 euro. Paket ini berisi fitur bantuan berkendara semi otonom.
Meski begitu, Rivian memastikan R2 belum menggunakan sensor LiDAR dan perusahaan juga belum punya rencana menghadirkan upgrade hardware tersebut di masa depan.
Produksi Rivian R2 sendiri sudah dimulai sekitar tiga minggu lalu di pabrik utama mereka di Illinois, Amerika Serikat. Saat ini pengiriman unit pertama dilakukan untuk karyawan internal perusahaan.
Rivian menargetkan produksi sekitar 20 ribu hingga 25 ribu unit sampai akhir 2026 di fasilitas tersebut. Selain itu, perusahaan juga tengah menyiapkan pabrik kedua di Georgia dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 300 ribu kendaraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ArenaEV