INDOZONE.ID - Perkembangan teknologi mobil tanpa sopir terus bergerak cepat. Waymo, perusahaan kendaraan otonom milik Alphabet, resmi memperkenalkan Ojai, robotaxi terbaru yang dirancang khusus untuk layanan transportasi tanpa pengemudi.
Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi Waymo. Selama ini perusahaan tersebut menggunakan mobil listrik yang dimodifikasi untuk kebutuhan kendaraan otonom. Kini, Ojai hadir sebagai model pertama yang sejak awal memang dirancang sebagai robotaxi.
Layanan ini mulai diuji untuk penumpang terbatas di San Francisco, Los Angeles, dan Phoenix. Pada tahap awal, Waymo bahkan memberikan perjalanan gratis kepada sebagian pengguna yang terpilih.
Tidak Lagi Mengandalkan Mobil Modifikasi
Selama beberapa tahun terakhir, Waymo dikenal menggunakan berbagai kendaraan yang kemudian dipasangi teknologi otonom. Melalui Ojai, pendekatan itu berubah.
Mobil ini dibangun di atas platform yang diproduksi oleh Zeekr, merek kendaraan listrik premium milik Geely. Bodinya dibuat di China sebelum dikirim ke fasilitas Waymo di Mesa, Arizona, untuk dipasangi sistem otonom milik perusahaan.
Ojai menggunakan motor listrik berkekuatan 268 dk yang menggerakkan roda belakang. Tenaganya berasal dari baterai 93 kWh dengan sistem kelistrikan 800 volt yang mendukung pengisian daya cepat.
Baca juga: FCA dan Waymo Kolaborasi Kembangkan Mobil Tanpa Sopir
Kabin Lebih Luas karena Tidak Ada Sopir
Karena memang ditujukan sebagai kendaraan tanpa pengemudi, tata letak kabin Ojai dibuat berbeda dari mobil pada umumnya.
Waymo menghilangkan pilar tengah atau B-pillar dan menggantinya dengan pintu geser di kedua sisi. Hasilnya, akses keluar-masuk penumpang menjadi lebih mudah.
Bagian dalam mobil juga dibuat lebih lapang dengan lantai rata dan ruang kaki yang lega. Tersedia tiga layar sentuh untuk mengatur hiburan dan pendingin udara, lengkap dengan port pengisian daya serta tempat minum.
Mobil ini mampu menampung empat penumpang sekaligus.
Dirancang Ramah untuk Semua Penumpang
Waymo juga memberi perhatian pada aspek aksesibilitas. Tinggi pijakan dibuat lebih rendah agar memudahkan lansia maupun penyandang disabilitas saat naik ke dalam kendaraan. Selain itu, tersedia pegangan tangan dan penanda Braille di beberapa bagian kabin.
Material interior yang digunakan juga dipilih agar mudah dibersihkan dan tahan digunakan dalam intensitas tinggi, mengingat kendaraan akan beroperasi hampir sepanjang hari.
Sensor Lebih Sedikit, Kemampuan Lebih Baik
Salah satu perubahan terbesar ada pada sistem Waymo Driver generasi keenam yang digunakan Ojai.
Jika armada sebelumnya menggunakan 29 kamera, kini jumlahnya dipangkas menjadi 13 kamera. Jumlah sensor LiDAR juga berkurang dari lima menjadi empat unit.
Meski demikian, Waymo mengklaim kemampuan deteksi justru meningkat. Kamera terbaru memiliki resolusi 17 megapiksel dan mampu mengenali objek dalam jarak yang sangat jauh, termasuk saat kondisi pencahayaan minim.
Sistem tersebut juga dikembangkan agar tetap bekerja optimal saat hujan deras maupun salju.
Baca juga: Gandeng Waymo, Volvo Percepat Kehadiran Mobil Otonom
Waymo Masih Unggul di Amerika
Hingga saat ini, Waymo masih menjadi pemain terbesar di sektor robotaxi di Amerika Serikat.
Perusahaan tersebut telah mencatat lebih dari 20 juta perjalanan tanpa pengemudi di berbagai kota. Armada aktifnya mencapai lebih dari 3.000 unit kendaraan listrik dengan layanan sekitar 500 ribu perjalanan berbayar setiap pekan.
Angka tersebut masih jauh di atas pesaingnya, termasuk Tesla yang saat ini masih melakukan pengujian robotaxi dalam skala terbatas.
Jalan Menuju Mobil Otonom Masih Panjang
Meski terlihat menjanjikan, teknologi kendaraan tanpa sopir belum sepenuhnya sempurna.
Waymo pernah menghentikan sementara layanan di beberapa wilayah setelah sistem kesulitan mengenali jalan yang tergenang banjir. Situasi seperti ini masih menjadi tantangan yang harus terus disempurnakan melalui pembaruan perangkat lunak.
Namun, Waymo tetap optimistis. Perusahaan sudah menyiapkan ekspansi ke sejumlah kota baru dan berencana memperluas penggunaan teknologi otonomnya ke model kendaraan lain di masa mendatang.
Bagi industri otomotif global, kehadiran Ojai menunjukkan bahwa persaingan kendaraan tanpa sopir kini memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar proyek uji coba, melainkan mulai diarahkan menjadi layanan transportasi yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ArenaEV