Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 25 MEI 2026 • 17:30 WIB

BYD Ungkap Data Smart Driving, Risiko Tabrakan Disebut Jauh Lebih Rendah

BYD Ungkap Data Smart Driving, Risiko Tabrakan Disebut Jauh Lebih RendahIlustrasi BYD mengklaim Fitur ADAS bisa menekan risiko kecelakaan serius hingga enam kali lebih rendah dibanding mobil biasa. (ArenaEV)

INDOZONE.ID - BYD mengklaim teknologi bantuan berkendaranya mampu menekan risiko kecelakaan serius hingga enam kali lebih rendah dibanding mobil biasa. Klaim itu disampaikan langsung dalam ajang 13th Intelligent Connected Vehicle Technology Annual Conference yang digelar di Shanghai, China.

Pabrikan asal China tersebut menyebut sistem Level 2 Advanced Driver Assistance System (ADAS) kini sudah menjadi fitur standar di hampir seluruh mobil listrik penumpang BYD. Teknologi itu saat ini digunakan di hampir 3 juta kendaraan global dan tersebar di lebih dari 60 model berbeda.

Di Indonesia sendiri, fitur ADAS mulai jadi perhatian konsumen mobil listrik. Apalagi pasar EV Tanah Air makin ramai dengan kehadiran berbagai merek China, termasuk BYD yang saat ini aktif memasarkan beberapa model seperti Atto 3, Dolphin, Seal, hingga M6.

Menurut Kepala Automotive New Technology Research Institute BYD, Yang Dongsheng, data internal perusahaan menunjukkan angka kecelakaan berat pada kendaraan yang menggunakan sistem bantuan berkendara jauh lebih rendah dibanding pengemudi biasa.

Baca juga: BYD M6 DM Jadi Pembuka Teknologi Hybrid Baru BYD, Bagaimana Cara Kerjanya?

Pengukuran dilakukan berdasarkan frekuensi airbag mengembang setiap 10 juta kilometer perjalanan. Dari data tersebut, BYD menyebut mobil dengan fitur smart driving hanya mengalami seperenam kasus kecelakaan serius dibanding kendaraan yang sepenuhnya dikendalikan manusia.

Pengguna juga disebut cukup aktif memakai fitur-fitur otomatis tersebut. Sistem navigation-assisted driving digunakan lebih dari 50 persen pengguna. Sementara fitur parkir otomatis bahkan dipakai pada 86 persen percobaan parkir kendaraan.

BYD mengklaim fitur parkir pintarnya mampu mengurangi insiden lecet bodi atau tabrakan kecil hingga 98 persen dibanding parkir manual biasa.

Teknologi ini bekerja melalui platform yang disebut Xuanji Architecture. Sistem tersebut menggabungkan komputer kendaraan, sistem keselamatan, motor listrik, hingga software AI ke dalam satu platform terintegrasi.

Mobil kemudian memanfaatkan sensor kamera dan LiDAR untuk membaca kondisi sekitar secara real-time. Teknologi ini memungkinkan mobil mendeteksi objek, menghitung potensi bahaya, lalu memberikan respons lebih cepat sebelum pengemudi bereaksi.

BYD juga mengaku terus memperbarui sistemnya lewat data perjalanan kendaraan yang mencapai 190 juta kilometer per hari. Seluruh data tersebut dipakai untuk melatih sistem AI agar lebih akurat menghadapi berbagai kondisi jalan.

Pengembangan fitur keselamatan ini juga difokuskan untuk situasi ekstrem seperti hujan deras, jalan licin, ban pecah, hingga kondisi kecepatan tinggi. BYD menyebut sistemnya mampu menstabilkan kendaraan dalam waktu 200 milidetik saat terjadi pecah ban.

Di pasar Indonesia, fitur ADAS memang mulai jadi nilai jual utama mobil listrik modern. Konsumen kini tidak hanya melihat jarak tempuh atau desain, tetapi juga fitur keselamatan aktif seperti adaptive cruise control, lane keeping assist, autonomous emergency braking, hingga parkir otomatis.

Baca juga: BYD Seal Facelift Terbaru 2025 Hadir dengan Teknologi DiSUS-C, Mobil Jadi Anti Limbung dan Nyaman!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ArenaEV

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BYD Ungkap Data Smart Driving, Risiko Tabrakan Disebut Jauh Lebih Rendah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!