INDOZONE.ID - Bunyi tek-tek pada rantai motor, telebih motor bebek atau motor kopling sering kali mengganggu kenyamanan saat berkendara dan menimbulkan kekhawatiran. Rantai motor sendiri memegang peranan penting karena berfungsi meneruskan tenaga dari mesin ke roda melalui gear dan rantai.
Namun, karena merupakan bagian yang sering digunakan, rantai motor bisa menimbulkan suara tek-tek jika tidak dirawat dengan baik. Selain itu, rantai motor memiliki usia pakai rata-rata antara satu hingga dua tahun, tergantung intensitas penggunaan.
Berikut Indozone lampirkan beberapa penyebab umum rantai motor berbunyi tek-tek, beserta cara mengatasinya:
1. Rantai Motor Aus
Rantai dan gear yang mulai aus akibat pemakaian panjang adalah penyebab paling umum bunyi tek-tek. Kondisi ini biasanya terjadi jika motor sering digunakan untuk perjalanan jauh atau melewati jalan rusak.
Meski sudah rutin diberi pelumas, suara tek-tek tetap bisa terdengar jika ujung gigi gear sudah menipis atau tajam, sehingga rantai tidak menempel sempurna. Untuk mengecek, lihat ujung mata gigi gear; jika tidak rata atau menipis, berarti sudah saatnya diganti.
Baca juga: Jangan Disepelein, Ini 5 Tanda Kopling Motor Ngeloss yang Harus Kamu Deteksi Sebelum Terlambat!
2. Rantai Motor Kotor
Kotoran seperti debu atau lumpur yang menempel juga bisa menyebabkan rantai berbunyi. Saat musim hujan, jumlah kotoran yang menempel cenderung meningkat, mengganggu pergerakan rantai dan gear.
Menambahkan oli pada rantai yang kotor justru membuat debu semakin menempel. Solusinya, bersihkan rantai dengan cairan pembersih khusus, lalu beri pelumas kembali setelah rantai bersih.
Baca juga: Cari Motor Bebek Murah dan Irit? Ini 5 Rekomendasi Motor Bebek Terbaik Tahun 2025 di Bawah Ini!
3. Rantai Motor Kendur
Rantai motor yang terlalu kendur atau terlalu kencang dapat menimbulkan bunyi tek-tek. Rantai bisa memanjang seiring waktu karena gaya tarik saat digunakan.
Untuk mengatasinya, lakukan penyetelan secara rutin. Pada roda belakang terdapat adjuster untuk mengatur jarak bebas rantai. Cara penggunaannya adalah mengendorkan mur roda, lalu memutar adjuster agar roda bergeser ke belakang dan rantai kembali kencang.
Baca juga: 5 Rekomendasi Motor Kopling Terbaru untuk Anak Kuliahan, Modelnya Trendi Abis!
4. Rantai Motor Kering
Kurangnya pelumas bisa membuat rantai menjadi kering, terutama setelah motor melewati genangan atau banjir. Rantai yang kering meningkatkan gesekan dan menimbulkan suara tek-tek.
Sebelum memberi pelumas, bersihkan kotoran dan air terlebih dahulu. Gunakan pelumas khusus rantai, jangan oli bekas, agar rantai tetap bersih dan terhindar dari karat.
Baca juga: 5 Alasan Kenapa Motor Bebek Terbaru Masih Diminati di Tengah Banyaknya Skuter Matic!
5. Rantai Motor Karatan
Karat pada rantai atau gear juga bisa menjadi penyebab bunyi tek-tek. Jika rantai sudah berkarat, pelumas atau pembersihan tidak cukup.
Karat pada rantai motor menandakan struktur logam mulai rusak dan keropos, sehingga rantai perlu diganti segera. Menggunakan rantai berkarat meningkatkan risiko putus dan kecelakaan saat berkendara.
Baca juga: 5 Rekomendasi Motor Kopling yang Irit dan Bandel, Cocok untuk Dipakai Harian!
Merawat rantai motor secara rutin sangat penting untuk menjaga performa motor tetap optimal dan mencegah kerusakan lebih parah. Periksa secara berkala kondisi rantai, kebersihan, dan pelumasnya agar perjalanan Brad & Sist tetap aman dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Suzuki.co.id