Tampilan Yamaha Mio klasik yang telah direstorasi. (https://m.alfascorpii.co.id/)
INDOZONE.ID - Bagi para pecinta otomotif, Yamaha Mio "Sporty" atau "Smile" adalah legenda. Motor ini adalah pelopor matic sukses di Indonesia, yang kini banyak diburu untuk proyek restorasi.
Namun, karena usianya yang sudah tidak lagi muda, masalah yang paling sering muncul adalah mesin cepat panas atau overheat.
Masalah overheat pada Mio lawas tidak boleh disepelekan, karena bisa menyebabkan mesin mati mendadak (macet) hingga kerusakan permanen pada piston.
Namun, apakah itu berarti kamu harus melakukan restorasi total? Belum tentu. Simak 5 penyebab utamanya berikut ini agar kamu tahu bagian mana yang harus diperbaiki!
Ilustrasi servis motor. (Yamaha Indonesia)
Berbeda dengan motor modern yang menggunakan cairan (radiator), Yamaha Mio lawas mengandalkan sistem Air Cooled, atau pendingin udara yang ditarik oleh kipas di sisi kanan mesin.
Seiring berjalannya waktu, sirip-sirip pendingin pada blok mesin sering kali tertutup oleh tumpukan debu yang bercampur oli (kerak).
Jika sirip ini tertutup, udara dari kipas tidak bisa mendinginkan mesin secara efektif, sehingga suhu mesin melonjak drastis.
Ilustrasi mengisi oli motor. (freepik)
Oli pada mesin matic lawas tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga sebagai penyerap panas. Karena mesin Mio lawas sering kali mengalami penguapan oli yang tinggi, volume oli sering berkurang tanpa disadari.
Baca juga: Telat Ganti Oli Motor? Ini Risiko yang Harus Diketahui Setiap Pengendara
Menggunakan oli yang sudah encer atau volumenya kurang dari standar (0,8 liter), akan membuat gesekan antar komponen mesin meningkat, yang menjadi pemicu utama overheat.
Ilustrasi Karburator Motor Kotor
Yamaha Mio lawas masih menggunakan karburator. Jika kamu atau mekanik menyetel campuran bahan bakar, dan udara terlalu "miskin" (lebih banyak udara dibanding bensin), maka suhu pembakaran di dalam ruang mesin akan menjadi jauh lebih panas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yamaha-motor.co.id