Ilustrasi kunci mobil yang ditinggalkan di luar pintu mobil (photo/REUTERS)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu secara tidak sengaja menjatuhkan kunci mobil ke dalam genangan air, atau mungkin lupa mengeluarkannya dari saku celana saat mencuci pakaian? Bagi pengguna mobil modern, insiden ini sering kali memicu kepanikan luar biasa.
Maklum saja, kunci mobil zaman sekarang bukan sekadar besi, melainkan perangkat elektronik canggih yang berisi chip dan transmiter.
Lantas, apakah kunci mobil yang terkena air masih aman untuk digunakan? Sebelum kamu terburu-buru mencoba menyalakannya, simak dulu penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Ilustrasi kunci mobil. (Ilustrasi/Unsplash/Roland Denes)
Dampak air terhadap kunci sangat bergantung pada teknologi yang diusungnya:
Baca juga: 6 Masalah Keyless Mobil yang Sering Muncul dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi remote keyless. (freepik)
Banyak pabrikan mobil saat ini sudah merancang casing kunci dengan perlindungan ekstra atau seal karet di bagian dalam.
Artinya, jika kunci hanya terkena percikan air atau kehujanan singkat, biasanya air tidak akan langsung menembus ke sirkuit utama.
Baca juga: 7 Cara Merawat Remote Keyless Mobil Agar Tetap Tahan Lama
Namun, perlu diingat bahwa water resistant (tahan percikan) berbeda dengan waterproof (tahan rendam). Jika kunci terendam dalam waktu lama, tekanan air tetap bisa masuk ke celah-celah terkecil.
Ilustrasi mencuci mobil. (Freepik)
Bukan hanya soal basah, jenis airnya pun berpengaruh. Air tawar biasanya lebih "ramah" dibandingkan air sabun atau air laut.
Air sabun mengandung zat kimia yang bisa mempercepat korosi. Sedangkan air garam bersifat sangat korosif dan bisa langsung merusak jalur tembaga pada sirkuit elektronik di dalam kunci kamu hanya dalam hitungan jam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000