Ilustrasi berkendara saat hujan. (Freepik/EyeEm)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasakan suara decitan tajam yang terdengar dari arah roda ketika menginjak pedal rem di tengah derasnya hujan? Suara itu kerap kali menimbulkan kekhawatiran bagi para pengemudi.
Fenomena ini tidak hanya mengganggu kenyamanan telinga, melainkan juga sering dianggap sebagai tanda adanya kerusakan serius pada sistem penghenti laju kendaraan.
Padahal, dalam beberapa kasus, bunyi tersebut merupakan respons fisik yang wajar akibat interaksi antara material rem dengan kelembapan udara yang tinggi.
Akan tetapi, memahami perbedaan antara bunyi yang normal dan tanda bahaya itu sangatlah penting guna memastikan keselamatan berkendara di jalanan yang licin dan berbahaya. Simak penjelasannya di bawah ini!
Baca juga: 6 Penyebab Rem Blong pada Motor dan Cara Mengatasinya
Salah satu penyebab umum munculnya bunyi berdecit pada rem saat musim hujan adalah adanya kelembapan atau sisa air yang berada di antara kampas rem dan cakram.
Ketika kendaraan diparkir dalam kondisi basah atau habis melewati genangan, air dapat menempel pada permukaan cakram yang sebelumnya panas sehingga memicu terbentuknya lapisan oksidasi tipis di permukaan logam.
Saat rem digunakan kembali, kampas akan bergesekan dengan lapisan tersebut dan menimbulkan suara gesekan atau decitan.
Kondisi ini umumnya hanya bersifat sementara. Setelah rem dipakai beberapa kali, panas dari gesekan akan membantu mengeringkan air sekaligus mengikis lapisan oksidasi sehingga permukaan cakram kembali normal dan suara biasanya menghilang dengan sendirinya.
Air hujan yang berada di jalanan umumnya bercampur dengan berbagai kotoran seperti debu, pasir halus, hingga sisa oli dari permukaan aspal.
Saat kendaraan melintas di kondisi jalan basah, cipratan air dapat membawa partikel-partikel tersebut masuk ke sela kampas rem dan cakram.
Ketika butiran pasir atau kotoran kecil terjebak di area tersebut, gesekan pada sistem pengereman menjadi terganggu dan dapat memunculkan bunyi melengking saat rem digunakan.
Jika tidak segera dibersihkan, partikel asing itu berisiko menimbulkan goresan pada permukaan cakram rem.
Karena itu, setelah melewati banjir atau jalan berlumpur, pemilik kendaraan dianjurkan membersihkan area roda dan rem menggunakan semprotan air bertekanan agar sisa pasir maupun lumpur tidak menempel terlalu lama dan merusak komponen pengereman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000