Rabu, 13 MEI 2026 • 08:07 WIB

Kenapa Rem Mobil Bunyi Decit Saat Hujan? Ini 3 Penyebab Utamanya

Author

Ilustrasi berkendara saat hujan. (Freepik/EyeEm)

INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasakan suara decitan tajam yang terdengar dari arah roda ketika menginjak pedal rem di tengah derasnya hujan? Suara itu kerap kali menimbulkan kekhawatiran bagi para pengemudi. 

Fenomena ini tidak hanya mengganggu kenyamanan telinga, melainkan juga sering dianggap sebagai tanda adanya kerusakan serius pada sistem penghenti laju kendaraan.

Padahal, dalam beberapa kasus, bunyi tersebut merupakan respons fisik yang wajar akibat interaksi antara material rem dengan kelembapan udara yang tinggi. 

Akan tetapi, memahami perbedaan antara bunyi yang normal dan tanda bahaya itu sangatlah penting guna memastikan keselamatan berkendara di jalanan yang licin dan berbahaya. Simak penjelasannya di bawah ini!

Baca juga: 6 Penyebab Rem Blong pada Motor dan Cara Mengatasinya

1.Penumpukan Uap Air dan Oksidasi pada Piringan Cakram

Salah satu penyebab umum munculnya bunyi berdecit pada rem saat musim hujan adalah adanya kelembapan atau sisa air yang berada di antara kampas rem dan cakram. 

Ketika kendaraan diparkir dalam kondisi basah atau habis melewati genangan, air dapat menempel pada permukaan cakram yang sebelumnya panas sehingga memicu terbentuknya lapisan oksidasi tipis di permukaan logam.

Saat rem digunakan kembali, kampas akan bergesekan dengan lapisan tersebut dan menimbulkan suara gesekan atau decitan. 

Kondisi ini umumnya hanya bersifat sementara. Setelah rem dipakai beberapa kali, panas dari gesekan akan membantu mengeringkan air sekaligus mengikis lapisan oksidasi sehingga permukaan cakram kembali normal dan suara biasanya menghilang dengan sendirinya.

2. Akumulasi Kotoran dan Lumpur Jalanan yang Masuk ke Sela Rem

Air hujan yang berada di jalanan umumnya bercampur dengan berbagai kotoran seperti debu, pasir halus, hingga sisa oli dari permukaan aspal. 

Saat kendaraan melintas di kondisi jalan basah, cipratan air dapat membawa partikel-partikel tersebut masuk ke sela kampas rem dan cakram.

Ketika butiran pasir atau kotoran kecil terjebak di area tersebut, gesekan pada sistem pengereman menjadi terganggu dan dapat memunculkan bunyi melengking saat rem digunakan. 

Jika tidak segera dibersihkan, partikel asing itu berisiko menimbulkan goresan pada permukaan cakram rem.

Karena itu, setelah melewati banjir atau jalan berlumpur, pemilik kendaraan dianjurkan membersihkan area roda dan rem menggunakan semprotan air bertekanan agar sisa pasir maupun lumpur tidak menempel terlalu lama dan merusak komponen pengereman.

3. Penurunan Suhu Ekstrem dan Material Kampas Rem Berkualitas Rendah

Jenis material pada komponen rem juga turut memengaruhi munculnya bunyi decit ketika hujan. 

Saat terkena air dingin, suhu pada sistem pengereman dapat berubah secara tiba-tiba sehingga karakter material kampas rem ikut mengalami perubahan sementara, termasuk pada tingkat gesekannya. 

Kondisi ini membuat suara gesekan lebih mudah muncul, terutama jika menggunakan kampas rem dengan kandungan logam cukup tinggi.

Baca juga: 4 Penyebab Indikator Rem ABS Menyala di Mobil Terbaru yang Wajib Kamu Deteksi!

Selain itu, kampas rem berkualitas rendah umumnya memiliki kemampuan peredam getaran yang kurang optimal. 

Akibatnya, getaran kecil saat proses pengereman dalam kondisi basah dapat berubah menjadi suara berisik yang cukup mengganggu.

Untuk mengurangi risiko tersebut, penggunaan kampas rem original maupun produk aftermarket berkualitas baik lebih disarankan karena biasanya telah dilengkapi material dan sistem peredam yang dirancang untuk menjaga kenyamanan serta performa pengereman.

Komponen yang berkualitas biasanya memiliki parit pembuangan air pada permukaan kampasnya, yang berfungsi untuk membuang cairan dan kotoran lebih cepat agar daya cengkeram tetap optimal meski dalam kondisi cuaca ekstrem.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU