Selasa, 19 MEI 2026 • 17:00 WIB

7 Cara Merawat Motor Bebek agar Performanya Tetap Terjaga

Author

Ilustrasi Cara Merawat Motor Bebek (Freepik)

INDOZONE.ID - Cara merawat motor bebek agar performanya tetap terjaga menjadi hal penting yang sering kali diabaikan oleh pemilik kendaraan.

Padahal, perawatan rutin dapat membantu motor bebek  tetap nyaman digunakan sekaligus mencegah kerusakan yang lebih parah di kemudian hari.

Perawatan motor bebek sebenarnya tidak selalu membutuhkan biaya besar. Sebagian besar hanya memerlukan kebiasaan rutin dan perhatian terhadap kondisi komponen kendaraan.

Baca juga: 6 Persiapan Touring Naik Motor Bebek yang Perlu Dipahami Pengendara, Jangan Asal Gas!

1. Rutin Mengecek Kondisi Aki

Aki memiliki peran penting dalam menjaga sistem kelistrikan motor tetap bekerja dengan baik. Baik motor dengan aki basah maupun aki kering tetap membutuhkan pemeriksaan secara berkala.

Untuk aki basah, pemilik kendaraan perlu memastikan volume air aki tetap cukup. Sementara pada aki kering, pemeriksaan dilakukan dengan melihat kondisi fisik dan kebersihan bagian luarnya.

Aki umumnya memiliki usia pakai sekitar dua tahun. Jika mulai melemah, sebaiknya segera diganti agar motor tidak sulit dinyalakan.

2. Membersihkan dan Melumasi Rantai

Rantai menjadi salah satu komponen penting pada motor bebek karena berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Jika kondisi rantai kotor atau kering, performa motor bisa menurun.

Perawatan rantai dapat dilakukan dengan membersihkan kotoran yang menempel lalu memberikan pelumas khusus agar pergerakannya tetap lancar. Selain itu, pemilik motor juga perlu mengecek apakah rantai terlalu kendur atau terlalu kencang.

Rantai yang dibiarkan rusak bahkan bisa putus saat digunakan. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat dianjurkan agar komponen ini tetap awet.

Baca juga: Mudik Naik Motor Bebek? Ini 5 Persiapan Penting yang Wajib Dilakukan sebelum Mulai Perjalanan!

3. Memanaskan Motor Sebelum Digunakan

Memanaskan motor sebelum dipakai masih menjadi langkah penting, termasuk pada motor dengan teknologi injeksi. Tujuannya agar oli mesin dapat bersirkulasi lebih dulu ke seluruh bagian mesin.

Untuk motor injeksi, waktu pemanasan biasanya cukup satu hingga dua menit. Sedangkan motor dengan sistem karburator memerlukan waktu sekitar lima sampai sepuluh menit.

Saat memanaskan motor, hindari menarik gas terlalu dalam. Cukup nyalakan motor dengan putaran mesin normal agar proses pelumasan berjalan optimal.

4. Mengganti Oli Secara Berkala

Oli berfungsi melindungi komponen mesin dari gesekan berlebih. Karena itu, penggantian oli menjadi salah satu perawatan wajib agar performa motor tetap stabil.

Jadwal penggantian oli biasanya disesuaikan dengan intensitas pemakaian kendaraan. Semakin sering motor digunakan, semakin cepat pula oli perlu diganti.

Penggunaan oli berkualitas juga penting untuk menjaga mesin tetap awet. Hindari memakai oli palsu atau oli bekas karena dapat memicu masalah seperti asap hitam hingga bau terbakar pada mesin.

5. Mengecek Kondisi Busi

Busi memiliki fungsi sebagai pemantik api dalam proses pembakaran mesin. Jika kondisi busi sudah tidak optimal, motor bisa terasa brebet bahkan sulit dinyalakan.

Busi yang masih baik biasanya memiliki warna cokelat kemerahan pada bagian elektrodanya. Sebaliknya, busi yang mulai menghitam dapat menjadi tanda bahwa komponen tersebut perlu diganti.

Pemeriksaan busi secara rutin penting dilakukan agar proses pembakaran tetap sempurna dan konsumsi bahan bakar tidak menjadi lebih boros.

Baca juga: 5 Alasan Motor Bebek Terbaru Masih Layak Digunakan sebagai Armada Harian di Perkotaan

6. Memastikan Tekanan Angin Ban Tetap Ideal

Tekanan angin ban juga berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Ban yang kekurangan angin bisa membuat motor terasa berat dan lebih mudah bocor.

Tekanan angin ban motor umumnya berada di kisaran 26 psi. Selain rutin mengisi angin, kondisi permukaan ban juga perlu diperhatikan.

Jika ban sudah mulai gundul, sebaiknya segera diganti. Ban yang aus dapat mengurangi daya cengkeram dan meningkatkan risiko tergelincir saat berkendara di jalan licin.

7. Merawat Filter Karburator

Untuk motor bebek yang masih menggunakan sistem karburator, kebersihan filter karburator juga perlu diperhatikan. Komponen ini berfungsi menyaring kotoran agar tidak masuk ke ruang pembakaran mesin.

Jika filter terlalu kotor, suplai bahan bakar bisa terganggu sehingga performa motor menurun dan konsumsi bensin menjadi lebih boros.

Perawatannya cukup sederhana, yaitu dengan membersihkan filter menggunakan semprotan angin agar debu dan kotoran yang menempel dapat hilang.

Merawat motor bebek secara rutin dapat membantu menjaga performa kendaraan tetap prima dan lebih tahan lama.

Selain membuat motor nyaman digunakan, perawatan yang tepat juga dapat mengurangi risiko kerusakan yang membutuhkan biaya besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: SUZUKI, SUZUKI

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU