Mesin Yamaha Aerox 155 Ngelitik? Ini Penyebabnya yang Harus Kamu Ketahui, Jangan Disepelein!
INDOZONE.ID - Jika mesin Yamaha Aerox 155 kamu tiba-tiba ngelitik atau bergetar tidak wajar, itu bisa jadi tanda adanya masalah.
Mesin ngelitik bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai, setelan busi yang salah, atau masalah pada sistem pengapian.
Lalu, apa penyebab mesin Yamaha Aerox ngelitik? simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Penyebab Mesin Yamaha Aerox 155 Ngelitik
1. Knocking Akibat Oktan Bahan Bakar yang Tidak Sesuai
Salah satu penyebab utama mesin Yamaha Aerox 155 ngelitik adalah terjadinya knocking atau ketukan mesin. Ketukan mesin ini biasanya disebabkan oleh penggunaan bahan bakar dengan angka oktan yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Yamaha Aerox 155 membutuhkan bahan bakar dengan RON 91 atau yang lebih tinggi. Jika kamu menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih rendah, pembakaran dalam mesin akan menjadi tidak sempurna, yang menyebabkan terjadinya ketukan atau ngelitik.
Knocking terjadi karena bahan bakar yang terbakar lebih cepat daripada yang seharusnya, dan ini bisa memberikan tekanan lebih pada komponen mesin.
Jika masalah ini dibiarkan terus-menerus, bisa berisiko merusak mesin dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pastikan selalu menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan untuk menghindari masalah knocking.
2. Pengaturan Sistem Pembakaran yang Tidak Tepat
Selain kualitas bahan bakar, pengaturan sistem pembakaran pada mesin juga memengaruhi apakah mesin akan mengalami ketukan atau ngelitik.
Jika ada masalah pada sistem pengapian, seperti pengaturan setelan busi yang tidak tepat, maka pembakaran di dalam mesin akan menjadi tidak sempurna.
Sistem pengapian yang tidak efisien bisa menyebabkan mesin bergetar dan mengeluarkan suara ketukan yang cukup mengganggu.
Baca Juga: 5 Kelebihan Yamaha MT-25 Terbaru 2025, Masih Jadi Pilihan Motor 250cc Terbaik Saat Ini!
Penyebab lain yang bisa memengaruhi sistem pembakaran adalah masalah pada sensor suhu atau sensor oksigen. Sensor-sensor ini berfungsi untuk mendeteksi suhu dan kadar oksigen di dalam mesin untuk menyesuaikan campuran bahan bakar dan udara.
Jika sensor-sensor tersebut rusak atau tidak berfungsi dengan baik, pembakaran bisa menjadi tidak optimal, yang akhirnya menyebabkan mesin ngelitik.
3. Kualitas Oli yang Tidak Memadai
Oli mesin memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kinerja mesin agar tetap optimal. Oli yang sudah tidak layak pakai atau kualitasnya menurun dapat menyebabkan gesekan berlebih pada komponen mesin.
Ketika terjadi gesekan yang berlebihan, mesin bisa mengalami ketukan atau suara tidak normal yang sering disebut ngelitik.
Baca Juga: 5 Perbandingan Yamaha Aerox Alpha Terbaru vs Yamaha Lexi 155, Mending yang Mana?
Selain itu, pemilihan oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi Yamaha Aerox 155 juga bisa berdampak buruk pada performa mesin.
Menggunakan oli dengan viskositas yang salah dapat mengganggu pelumasan, yang menyebabkan mesin bekerja lebih keras dan berisiko mengalami overheat, yang pada akhirnya mempengaruhi kenyamanan berkendara.
4. Kondisi Saringan Udara yang Kotor
Saringan udara (air filter) yang kotor atau tersumbat juga bisa menjadi penyebab mesin Yamaha Aerox 155 ngelitik.
Fungsi utama saringan udara adalah untuk menyaring kotoran dan debu agar tidak masuk ke dalam ruang pembakaran mesin. Jika saringan udara sudah terlalu kotor, pasokan udara ke mesin akan terganggu.
Baca Juga: Yamaha R25 2025 Hadir dengan Wajah Baru yang Lebih Agresif dan Aerodinamis
Mesin akan bekerja lebih keras untuk menarik udara, yang dapat menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna dan menimbulkan ketukan pada mesin.
Masalah ini juga mempengaruhi konsumsi bahan bakar, karena mesin akan membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menciptakan tenaga, sementara pembakaran yang tidak efisien justru menyebabkan mesin menjadi tidak halus dan bergetar.
5. Kualitas Busi yang Menurun atau Sudah Aus
Busi adalah komponen penting dalam sistem pengapian mesin. Jika busi sudah mulai aus atau kualitasnya menurun, proses pengapian tidak akan berjalan dengan baik, yang dapat menyebabkan mesin ngelitik.
Busi yang kotor atau sudah tidak berfungsi dengan baik bisa menyebabkan pembakaran tidak optimal dan menghasilkan suara ketukan atau getaran yang tidak biasa dari mesin.
Baca Juga: 5 Fungsi Fitur Y-Connect di Motor Matic Yamaha Terbaru 2025, Bisa Pantau Kendaraan!
Biasanya, busi perlu diganti setiap 10.000 hingga 20.000 km, tergantung pada jenis kendaraan dan rekomendasi pabrikan.
Mengganti busi secara berkala akan membantu memastikan sistem pengapian tetap bekerja dengan baik dan mencegah terjadinya masalah ketukan pada mesin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yamaha-motor.co.id