Minggu, 06 APRIL 2025 • 20:19 WIB

Boleh Gak Sih Sering Gonta-Ganti BBM untuk Motor dan Mobil? Ini Penjelasannya

Author

Ilustrasi mobil isi BBM.

INDOZONE.ID - Beberapa pengemudi mungkin berpikir bahwa mengganti jenis bahan bakar secara berkala bisa membuat mesin mobil lebih ‘sehat’ atau lebih irit.

Dengan banyaknya pilihan BBM di SPBU, wajar saja jika kita kadang tergoda untuk mencoba-coba.

Tapi, apakah sering mengganti bensin bisa membuat kendaraan rusak?

Umumnya, mesin kendaraan saat ini dapat beradaptasi.

Namun, jika kebiasaan ini menjadi rutinitas, terutama jika mencampur dua jenis BBM sekaligus, dampaknya bisa cukup serius.

Mulai dari penurunan performa, hingga kerusakan mesin yang bisa menguras dompet kita secara diam-diam.

Berikut dampak jangka panjang sering mengganti BBM melansir laman Suzuki Indonesia.

Baca Juga: Bukan Cuma di Anime! NMax di Makassar Disulap Jadi Motor Capsule Ala Dragon Ball

Mesin Bisa Jadi Loyo

Ketika mesin dipaksa untuk terus-menerus beradaptasi dengan karakter bahan bakar yang berubah, sistem pembakarannya menjadi kurang stabil. 

Akibatnya, tenaga mesin bisa terasa melemah. Terkadang, mobil atau motor juga menjadi sulit dinyalakan di pagi hari atau saat cuaca dingin.

Baca Juga: 3 Remaja Tewas saat Pakai Mode Autopilot Xiaomi SU7, Pemerintah China Langsung Beberes

Komponen Mesin Bisa Terkikis

Salah satu masalah yang sering terabaikan adalah keausan pada komponen penting mesin.

Ruang bakar, piston, dan klep bisa mengalami gesekan yang lebih besar jika kualitas bahan bakar tidak stabil.

Misalnya, BBM dengan nilai oktan yang lebih rendah dari standar pabrikan bisa memicu detonasi dini (knocking) dan mempercepat keausan.

Ketika hal ini terjadi, biaya servis bisa melambung tinggi, bahkan mungkin perlu penggantian komponen besar.

Baca Juga: Mau Irit Bensin? Coba 10 Cara Ini Biar Gak Boros BBM dan Buat Kantong Jebol

Boros Tanpa Disadari

Gonta-ganti BBM juga bisa membuat konsumsi bahan bakar meningkat. 

Mesin yang tidak mendapatkan pasokan bahan bakar sesuai karakteristiknya akan bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga.

Bayangkan tubuh yang biasa mengonsumsi makanan sehat, tiba-tiba disodori junk food terus-menerus. Tentu saja, lama-lama jadi lesu. Begitulah kira-kira analoginya dengan mesin.

Gas Buang Jadi Lebih Kotor

Dampak lain yang jarang dibahas adalah emisi gas buang. Campuran BBM yang tidak konsisten dapat membuat proses pembakaran menjadi tidak sempurna.

Gas buangnya jadi lebih ‘kotor’, dan ini tidak hanya buruk untuk kendaraan, tetapi juga untuk lingkungan sekitar.

Jika emisi sudah tinggi, bukan hanya membuat udara semakin tercemar, tetapi juga bisa berdampak pada komponen seperti katalisator yang berfungsi menyaring gas beracun.

Mesin Bisa Jadi Berkerak

Terakhir, kebiasaan ini bisa menyebabkan mesin dipenuhi kerak akibat sisa pembakaran yang tidak sempurna.

Residu tersebut dapat menumpuk di ruang bakar, injektor, hingga katup.

Apa efeknya? Mesin kehilangan kompresi, tenaga jadi menurun, dan suara mesin bisa lebih kasar dari biasanya. Dalam jangka panjang, kerak ini sulit dibersihkan tanpa harus membongkar mesin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Suzuki.co.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU