LEPAS L8 di GJAW 2025. (Dok. Lepas Indonesia)
INDOZONE.ID - LEPAS, sub-brand baru dari Chery Group, resmi memperkenalkan LEPAS L8 versi setir kanan untuk pertama kalinya di dunia lewat panggung GJAW 2025, ICE BSD, Tangerang, Jumat (21/11/2025).
Indonesia dipilih sebagai negara debut karena dianggap siap menyerap mobil listrik plug-in hybrid.
Langkah LEPAS membawa L8 ke Indonesia bukan tanpa alasan. Pasar otomotif lokal dinilai matang dan semakin terbuka pada mobil elektrifikasi.
“LEPAS L8 kami hadirkan sebagai wujud bagaimana desain, performa, dan emosi dapat berpadu dengan elegan. Indonesia menjadi negara terpilih untuk debut global setir kanan karena kami melihat konsumen Indonesia mengutamakan pengalaman yang berkelas dan penuh detail,” ujar Ricky He, Deputy Country Director LEPAS.
Menurut LEPAS, GJAW 2025 menjadi momentum ideal untuk memperkenalkan karakter mereka, yang menggabungkan harmoni antara kekuatan, ketenangan, dan modern.
LEPAS membuka pre-booking LEPAS L8 di GJAW 2025 dengan harga Rp589 juta.
LEPAS L8 mengusung desain yang terinspirasi dari Leopard. (Dok. Lepas Indonesia)
SUV hybrid ini hadir dengan fitur unggulan seperti Remote Parking Assist, Automatic Parking Assist, Vehicle-to-Load hingga 48 jam.
Kemudian 16 konfigurasi kursi, 47 ruang penyimpanan, dan pemurni udara negative ion.
Untuk seratus pembeli pertama, LEPAS menyiapkan LEPAS L8 Founder Edition dengan keistimewaan seperti Mystery Delivery Gift Package, layanan purnajual Leopard Care, hingga rear badge bernomor 001–100 sebagai tanda identitas pemilik awal.
Desain LEPAS L8 membawa filosofi “Leopard Aesthetics”, yang mengambil inspirasi dari kelincahan dan presisi gerak seekor macan tutul.
Gaya ini terlihat dari fascia depan bergaya leopard, lampu Leopard Eye, handle pintu semi-concealed, hingga permainan lekuk bodi.
Masuk ke kabin, Wheelbase 2.800 mm cukup untuk lima penumpang. Interior dihiasi dengan ambient lighting dan tata ruang yang minimalis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan