Pengunjung IIMS 2026. Deretan mobil dan motor baru di IIMS 2026. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Penurunan penjualan mobil di pasar domestik sepanjang 2025 jadi sinyal bahwa industri otomotif sedang tidak baik-baik saja.
Daya beli, pembiayaan, sampai dinamika global ikut memengaruhi.
Di tengah kondisi itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai momen penting untuk membalikkan keadaan.
Bagi pemerintah, ajang ini jadi ruang strategis untuk memulihkan pasar dan mendorong transformasi industri otomotif ke arah yang lebih berkelanjutan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa sektor manufaktur nasional masih berada di jalur positif, meski ada tekanan di beberapa sektor.
“Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” ujar Agus dikutip Sabtu (7/2/2026).
Sepanjang Triwulan I–III 2025, Industri Pengolahan Non Migas tumbuh 5,17 persen. Angka ini bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,01 persen.
Baca juga: JAECOO J5 EV Tetap Mendominasi Minat Konsumen di IIMS 2026, Ada yang Inden 2 Bulan!
Kontribusi industri pengolahan non migas ke PDB nasional mencapai 17,27 persen, dengan nilai Rp3.051 triliun.
Dari sisi ekspor, sektor ini menyumbang lebih dari 80 persen total ekspor nasional.
Industri otomotif jadi salah satu penopang utama.
Saat ini, Indonesia memiliki 41 pabrikan roda empat dengan kapasitas produksi 2,59 juta unit per tahun.
Untuk roda dua dan tiga, ada 82 pabrikan dengan kapasitas hingga 11,2 juta unit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan