GWM Tank 500 diesel di IIMS 2026. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Bos Great Wall Motor (GWM), Wei Jianjun mengakui industri otomotif China masih punya “kesenjangan sangat besar” dibanding produsen global.
Meski ekspor dan penjualan naik tajam pada 2025–2026, ia menegaskan produsen China tak boleh terlena dan harus fokus pada kualitas, teknologi, serta daya saing jangka panjang.
Industri otomotif China memang sedang melesat. Ekspor naik, produksi membengkak, dan merek-merek lokal makin sering terlihat di jalanan luar negeri.
Tapi di tengah euforia itu, bos GWM justru memilih nada hati-hati.
Dalam rapat tahunan perusahaan awal Februari 2026 lalu, pendiri sekaligus chairman GWM, Wei Jianjun, mengingatkan bahwa industri otomotif China masih belum sejajar dengan pemain global.
Menurut laporan media otomotif China Y-Auto, Wei menyebut masih ada “kesenjangan yang sangat besar” antara produsen mobil Tiongkok dan raksasa otomotif dunia.
Baca juga: 5 Kelebihan GWM Tank 500 Diesel Terbaru 2026 dibanding SUV Diesel Lainnya
Baca juga: Bedah Spek GWM Tank 500 Diesel, SUV Besar dengan Filosofi Drive First Class Everywhere
Wei berbicara lugas di hadapan karyawannya. Ia menilai pertumbuhan skala produksi dan ekspor memang impresif, tapi itu bukan jaminan daya saing jangka panjang.
Ia mengingatkan agar perusahaan-perusahaan China, termasuk GWM sendiri, tidak terjebak rasa percaya diri berlebihan.
GWM Ora 03 diproduksi lokal. (Dok. GWM Indonesia)
Produsen dari Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, menurutnya, masih unggul dalam pengalaman manufaktur dan kedalaman teknologi.
“Kita harus terus belajar dan mengevaluasi diri,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Wei menyinggung satu Toyota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina