Setir Mercedes-Maybach GLS 600 Facelift 2025. (Dok. Mercedes-Benz Indonesia)
INDOZONE.ID - Mercedes-Benz mulai memberi sinyal perubahan arah dalam desain interior mobilnya. Setelah sempat “all in” ke layar sentuh, kini pabrikan tersebut mempertimbangkan lagi penggunaan tombol fisik untuk beberapa fungsi penting.
Kepala desain Mercedes-Benz, Gorden Wagener, mengatakan layar digital tetap dibutuhkan, tapi bukan berarti semua hal harus dipindahkan ke sana. Pernyataannya dikutip dari Drive.
Baca juga: Mercedes-Benz GLC Terbaru Diperkenalkan, Ini 5 Kelebihannya
Menurutnya, terlalu banyak kontrol di layar justru bikin repot. Pengemudi harus membuka menu demi menu hanya untuk mengakses fungsi sederhana, yang tentu kurang ideal saat mobil sedang berjalan. Di situ, tombol fisik masih terasa lebih cepat dan praktis karena bisa langsung ditekan tanpa harus mengalihkan fokus terlalu lama.
Ia juga menyinggung soal arah desain mobil ke depan. Bukan cuma soal terlihat canggih, tapi juga bagaimana mobil itu nyaman dipakai sehari-hari. Karena itu, tombol fisik dinilai belum tergantikan sepenuhnya, terutama untuk fungsi yang sering digunakan.
Meski begitu, konsep kabin digital tetap dipertahankan. Layar besar masih jadi pusat kontrol, khususnya untuk navigasi dan hiburan.
Baca juga: Mercedes-Benz G-Class Ukir Sejarah Tembus 600.000 Unit, Kini Hadir Versi Listrik G 580 EQ
Di model seperti Mercedes-Benz GLC dan Mercedes-Benz C-Class, sistem MBUX Hyperscreen berukuran 39,1 inci tetap hadir membentang di dasbor. Bedanya, kini beberapa fungsi penting kembali dilengkapi tombol fisik, termasuk di area pengisian daya nirkabel dan setir.
Pendekatan ini terlihat seperti jalan tengah. Teknologi tetap maju, tapi pengalaman pengguna tidak dikorbankan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA