INDOZONE.ID - Chery makin serius garap pasar Indonesia. Lewat komitmen investasi Rp5,25 triliun, brand otomotif asal China ini siap memperluas fasilitas produksi hingga 2030.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia pusat produksi dan ekspor kendaraan listrik di ASEAN.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi langkah Chery yang terus memperkuat kiprahnya di industri kendaraan ramah lingkungan Indonesia. Pemerintah, kata Agus, mendukung penuh partisipasi Chery dalam program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).
“Komitmen investasi ini menunjukkan keseriusan Chery dalam memperkuat industri otomotif nasional, khususnya pada kendaraan rendah emisi dan berbasis listrik. Pemerintah akan terus mendorong percepatan realisasi investasi tersebut,” ujar Agus di Jakarta, dikutip dari laman Kemenperin, Kamis (16/10/2025).
Baca juga: Berapa Harga Chery Tiggo 9 CSH Terbaru Oktober 2025? Simak Harga dan Keunggulannya di Sini!
Fokus ke Produksi Hybrid dan EV
Chery sudah mulai menanamkan modalnya sejak 2024 dan berencana terus berinvestasi hingga 2030.
Total nilai investasinya mencapai Rp5,25 triliun, mencakup pengembangan fasilitas produksi lokal, baik lewat kemitraan dengan pihak lain maupun pembangunan pabrik mandiri.
Pemerintah juga meminta Chery untuk menyampaikan business plan yang lebih rinci untuk lima tahun ke depan. Fokus utamanya ada pada peningkatan kapasitas produksi dan strategi ekspor.
“Kami berharap Indonesia dapat menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan listrik (EV) Chery untuk kawasan ASEAN,” tambah Agus.
Pasar EV di Indonesia Tumbuh Cepat
Data penjualan nasional menunjukkan tren positif. Pangsa pasar kendaraan listrik murni (battery electric vehicle atau BEV) naik drastis dari 0,08% pada 2021 menjadi 10,22% pada Januari–Agustus 2025.
Chery kini sudah menempati posisi keempat merek dengan penjualan BEV terbesar di Indonesia. Capaian ini menegaskan bahwa strategi mereka di segmen kendaraan listrik mulai membuahkan hasil.
Indonesia Disiapkan Jadi Basis Ekspor Chery
Pemerintah mendorong Chery untuk memperluas lini kendaraan ramah lingkungan agar konsumen punya lebih banyak pilihan sesuai karakter dan kebutuhan pasar lokal.
Kemenperin juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan teknologi, SDM, dan ekosistem kendaraan listrik.
Lebih jauh, pemerintah berharap Chery bisa menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor ke kawasan ASEAN hingga Australia.
“Brand Chery sudah cukup kuat di Australia dan punya kesamaan platform dengan model yang diproduksi di Indonesia,” jelas Agus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenperin