INDOZONE.ID - Memasuki awal tahun 2026, populasi mobil listrik di Indonesia semakin meledak, dan salah satu bintang utamanya adalah BYD M6.
MPV listrik 7-penumpang ini mulai banyak terlihat di bursa mobil bekas atau situs jual-beli online.
Membeli unit second memang bisa menghemat anggaran cukup banyak dibandingkan harga barunya yang berada di angka Rp379 juta hingga Rp429 juta.
Namun, karena ini adalah mobil listrik (EV) generasi awal di Indonesia, ada beberapa detail teknis yang wajib kamu periksa agar tidak "boncos" di kemudian hari.
Berikut adalah, tips beli BYD M6 bekas yang harus kamu perhatikan dengan teliti.
Gimana Cara Aman Beli BYD M6 Bekas di Pasaran?
1. Cek Kesehatan Baterai
Baterai adalah komponen termahal di mobil ini. Kamu wajib memeriksa nilai State of Health (SoH) baterai. Idealnya, untuk mobil yang baru berusia 1-2 tahun, SoH harus berada di atas 90-95 persen.
Baca juga: Daftar Harga BYD M6 Terbaru yang Siap Dipinang di Awal Tahun 2026: Pas Banget buat Keluarga!
Penurunan di bawah itu dalam waktu singkat, bisa menandakan kebiasaan pengisian daya yang buruk (terlalu sering menggunakan Fast Charging hingga 100 persen).
Kamu bisa meminta penjual untuk menunjukkan data SoH melalui layar head unit, atau melakukan scanning di bengkel resmi BYD.
2. Periksa Riwayat Bunyi pada Area Kaki-Kaki
Salah satu keluhan yang sempat ramai di kalangan pemilik awal BYD M6 adalah, masalah pada shockbreaker yang mengeluarkan bunyi "gluduk-gluduk" atau suara asing saat melewati jalan tidak rata.
Baca juga: 5 Kelebihan BYD M6 Superior Captain Terbaru 2025 yang Nyaman untuk Keluarga, Worth It Gak?
Saat melakukan test drive, matikan musik dan buka kaca sedikit untuk mendengarkan apakah ada bunyi aneh dari area roda depan maupun belakang.
Pastikan apakah unit tersebut sudah mendapatkan perbaikan atau penggantian shockbreaker resmi dari diler.
3. Pastikan Garansi Baterai Masih Berlaku
BYD memberikan garansi baterai yang cukup panjang, yaitu 8 tahun atau 160.000 km (dengan syarat SoH di atas 70 persen).
Pastikan buku servis lengkap dan pemilik sebelumnya rajin melakukan perawatan rutin di bengkel resmi.
Jika mobil pernah diservis di bengkel umum yang tidak tersertifikasi EV, atau ada modifikasi pada sistem kelistrikan, ada risiko garansi baterai yang mahal tersebut hangus.
4. Uji Fungsi Sistem Pengereman
Beberapa pengguna sempat mengeluhkan rasa pengereman BYD M6 yang terasa berbeda atau kurang linear dibandingkan mobil konvensional.
Baca juga: Gaji Pas-pasan tapi Bisa Punya Mobil Bekas dengan Cicilan Rp2 Jutaan, Ini Tips dan Pilihan Mobilnya
Saat mencoba unit bekas, rasakan apakah rem berfungsi dengan baik dan sistem regenerative braking (pengisian daya saat melepas gas) bekerja normal tanpa ada sentakan yang kasar.
Pastikan juga tidak ada peringatan sistem pengereman pada panel instrumen.
5. Cek Kondisi Ban dan Keselarasan Roda
Karena torsi motor listrik yang instan dan bobot mobil yang cukup berat akibat baterai, ban mobil listrik cenderung lebih cepat aus dibandingkan mobil bensin.
Baca juga: Kenapa Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok di Pasaran? Ternyata Ini 5 Hal yang Harus Kamu Pahami!
Periksa ketebalan tapak ban, jika ban aus secara tidak merata (misal habis di bagian dalam saja), ada kemungkinan mobil perlu dilakukan spooring ulang, atau pernah menghantam lubang dengan keras yang mungkin berdampak pada komponen kaki-kaki lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BYD Indonesia, OLX