INDOZONE.ID - Membeli mobil bekas masih menjadi opsi paling tinggi masyarakat Indonesia.
Peranyaannya, mengapa hal ini bisa terjadi? Salah satu jawabannya karena dari sisi harga dan rasa aman dalam kepemilikan, membeli mobil bekas masih dirasa paling masuk akal bagi banyak orang.
Padahal di saat ini, pilihan mobil di Indonesia sekarang jauh lebih beragam. Mulai dari bensin dan diesel, hybrid, plug-in hybrid (PHEV), sampai mobil listrik murni, semuanya hadir dengan narasi efisiensi dan ramah lingkungan.
Namun di balik tren itu, perilaku pembeli ternyata belum banyak berubah. Mobil bekas diminati pembeli.
Temuan ini terungkap dalam studi terbaru Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).
Survei LPEM FEB UI melibatkan 1.511 responden yang berencana membeli mobil dalam lima tahun ke depan.
Mayoritas responden masih memilih mobil bermesin pembakaran internal atau ICE (internal combustion engine).
“Ada 81 persen (1.229 responden) yang tetap ingin membeli (mobil bensin). Sementara pangsa pasar xEV sekitar 19 persen dari hasil responden di survei kami,” demikian hasil survei LPEM FEB UI yang dibagikan ke Instagram mereka dikutip Selasa, (20/1/2026).
Baca juga: Gaji Pas-pasan tapi Bisa Punya Mobil Bekas dengan Cicilan Rp2 Jutaan, Ini Tips dan Pilihan Mobilnya
Angka ini menegaskan bahwa adopsi kendaraan elektrifikasi masih berjalan perlahan, meski produknya semakin banyak.
Hybrid Lebih Masuk Akal Dibanding Mobil Listrik
Di kelompok kendaraan elektrifikasi, preferensi konsumen juga terbelah.
Mobil hybrid muncul sebagai pilihan paling menarik, mengungguli mobil listrik berbasis baterai (BEV).
Hybrid dianggap sebagai solusi transisi. Masih pakai bensin, lebih irit, dan tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya.
Mobil Bekas Jadi Pilihan Aman untuk Mesin Bensin
Bagian paling menarik dari riset ini ada pada pola pembelian mobil baru dan mobil bekas.
Untuk mobil ICE, kecenderungannya sangat jelas. Mobil bekas jauh lebih diminati dibanding mobil baru.
Dari 1.229 responden yang memilih mobil bensin, sekitar 68 persen memilih mobil bekas. Sementara yang membeli mobil baru hanya 32 persen.
Data ini menunjukkan bahwa bagi banyak konsumen, mobil bekas masih menjadi solusi paling rasional.
Semakin Canggih Teknologi, Semakin Berani Beli Baru
Preferensi antara mobil baru dan mobil bekas juga berbeda tergantung teknologi mesinnya.
- Mobil ICE: 32 persen baru, 68 persen mobil bekas
- Mobil hybrid: 50 persen baru, 50 persen mobil bekas
- PHEV: 53 persen baru, 47 persen mobil bekas
- Mobil listrik: 62 persen baru, 38 persen mobil bekas
Kenapa Mobil Listrik Bekas Kurang Diminati?
Minimnya minat pada mobil listrik bekas bukan tanpa alasan.
Konsumen masih khawatir soal kondisi dan usia baterai, biaya penggantian komponen, hingga nilai jual kembali yang belum stabil.
Bagi banyak orang Indonesia, mobil listrik masih dipersepsikan sebagai produk yang “aman” jika dibeli baru, bukan second.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: LPEM FEB UI