INDOZONE.ID - Brand otomotif asal China, Chery dikabarkan akan banyak meluncurkan produk-produk barunya di 2026 ini. Hal ini adalah salah satu bentuk strategi untuk membangkitkan industri otomotif dan diyakini dapat meningkatkan laju penjualannya di Indonesia.
Menurut Direktur Pemasaran Chery Sales Indonesia (CSI), Budi Darmawan, hadirnya model-model baru sudah membuktikan tingginya penjualan kendaraan dari Chery. Sehingga untuk tahun ini, mereka akan sanga agresif untuk memperkenalkan produk baru tersebut.
“Makanya kita tahun ini agresif, kita akan meluncurkan mungkin sekitar enam sampai tujuh produk baru. Karena kalau kita tarik kembali apa yang terjadi dua tahun terakhir, itu sudah terbukti,” kata Budi Darmawan seperti yang dikutip oleh ANTARA.
Baca juga: Chery Tiggo 9 CSH AWD 2026 Tampil Mewah dan Bertenaga, Segini Harga Terbaru yang Harus Kamu Pahami!
Berkaca dengan apa yang dialami Chery di tahun-tahun sebelumnya. Model baru memiliki taring yang cukup tajam untuk meningkatkan penjualan dari jenama asal China tersebut.
Budi menjelaskan terjadi peningkatan penjualan lebih dari 100 persen dari 4.000 unit meningkat menjadi 9.000 unit pada 2023 dan 2024.
Hal tersebut juga terus dialami oleh Chery di tahun-tahun selanjutnya hingga mencapai angka penjualan 19.500 unit di 2025 lalu.
“Kita expect growth-nya itu kurang lebih polanya sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” jelas dia,
Kepercayaan diri Chery dalam penjualan kendaraan di Indonesia, dilandasi dari tingkat kepemilikan kendaraan yang masih cukup rendah di Asia, yakni hanya baru 99 dari 1000 dan Thailand 275 mobil per 1.000 orang.
Baca juga: Chery Serahkan 5.000 Unit Tiggo Series CSH Kepada Konsumen, Pertegas Segmen Pasar Mobil Hybrid!
“Kalau kita bicara secara populasi, persentase kepemilikan mobil di Indonesia itu kita termasuk yang rendah dibandingkan yang di Asia. Jadi pasarnya memang saat ini sedang terkontraksi tapi kita yakin pasti akan tumbuh,” ujar dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA