INDOZONE.ID - XPENG Indonesia ikut meramaikan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
brand asal China ini mengusung tema yang evolusi dari Digital AI menuju Physical AI.
XPENG menilai AI tidak lagi hanya bekerja di balik layar sistem, tapi hadir nyata dalam kendaraan, robot, hingga konsep mobilitas masa depan.
CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, menyebut IIMS 2026 membawa energi positif yang sejalan dengan performa XPENG di tahun pertamanya di Indonesia.
“Antusiasme dan kepercayaan konsumen menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan bernilai untuk pasar Indonesia,” ujar Djohan, Kamis (5/2/2026).
Ia juga menyinggung capaian penjualan XPENG yang sempat menempati posisi teratas di segmen MPV premium pada Desember 2025.
Bagi brand baru, pencapaian ini menjadi sinyal kuat soal penerimaan pasar.
Baca juga: Update Lineup Mobil Xpeng Terbaru Tahun 2025 yang Bisa Dipilih, Semuanya Mewah dan Futuristis!
Baca juga: 5 Alasan Xpeng X9 Pro Terbaru Layak Dipertimbangkan, Seberapa Worth It untuk Harga Rp1 Miliar?
The Next P7
Di IIMS 2026, XPENG menampilkan The Next P7, sedan listrik performa tinggi generasi terbaru.
Mobil ini menggabungkan desain futuristis dengan integrasi teknologi AI untuk pengalaman berkendara yang lebih adaptif dan intuitif.
Melengkapi pameran teknologi masa depan, XPENG juga membawa lini produk yang saat ini sudah dijual resmi di Indonesia. Di antaranya XPENG G6 Pro dan XPENG X9.
Kedua model ini menyasar konsumen kendaraan listrik premium yang menginginkan kombinasi desain modern, teknologi cerdas, dan kenyamanan untuk penggunaan harian.
Fondasi Physical AI
XPENG mengembangkan sistem Physical AI secara end-to-end dan mandiri.
Mulai dari chip, sistem operasi berbasis AI, hingga perangkat keras cerdas, semuanya menjadi fondasi utama inovasi mereka.
Teknologi ini digunakan tidak hanya untuk mobil listrik, tapi juga Robotaxi, robot humanoid, hingga pengembangan kendaraan terbang di masa depan.
XPENG P7 dan humanoid IRON sama-sama dibekali tiga chip Turing AI dengan total kemampuan komputasi mencapai 2.250 TOPs.
Khusus IRON generasi terbaru, XPENG memperkenalkan model AI dunia fisik pertama yang mereka kembangkan sendiri.
Dengan kombinasi teknologi VLT, VLA, dan VLM, humanoid ini mampu berkomunikasi, bergerak, dan berinteraksi secara lebih alami.
Teknologi VLT berperan sebagai pusat pemrosesan utama yang memungkinkan robot berpikir dan mengambil keputusan secara mandiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan