Changan Kenalkan Blue Core Super Engine, Teknologi Hybrid Baru dengan Konsumsi BBM di Bawah 3 L/100 Km
INDOZONE.ID - Produsen otomotif asal China, Changan Automobile, resmi memperkenalkan platform hybrid generasi terbaru bernama Blue Core Super Engine. Teknologi ini dikembangkan untuk menjangkau pasar global yang masih didominasi kendaraan bermesin pembakaran internal.
Platform tersebut ditujukan bagi sekitar 70 juta konsumen di seluruh dunia yang setiap tahunnya masih membeli kendaraan dengan mesin konvensional. Melalui teknologi hybrid ini, Changan berupaya menghadirkan kendaraan yang lebih efisien bahan bakar sekaligus tetap mempertahankan performa mesin.
Menurut laporan media otomotif China, Changan juga menginvestasikan dana sekitar 2 miliar yuan atau setara lebih dari Rp4,9 triliun untuk membangun laboratorium riset khusus. Fasilitas ini difokuskan pada pengembangan arsitektur dan teknologi yang mendukung platform Blue Core Super Engine.
Baca juga: Daftar Lineup Mobil Changan Terbaru yang Dipasarkan di Indonesia, Mana Paling Worth It?
Dikembangkan Selama Enam Tahun
Pihak perusahaan menyebutkan bahwa teknologi Blue Core Super Engine merupakan hasil pengembangan jangka panjang yang berlangsung selama sekitar enam tahun. Proyek tersebut melibatkan lebih dari 1.000 insinyur serta menghasilkan 163 inovasi teknologi pada sektor perangkat keras dan perangkat lunak powertrain.
Platform ini merupakan evolusi dari seri mesin Blue Core yang pertama kali diperkenalkan Changan pada 2012. Dalam pengembangannya, teknologi tersebut juga mengadopsi sistem injeksi bahan bakar bertekanan ultra-tinggi 500 baryang sebelumnya diperkenalkan perusahaan pada 2024.
Versi terbaru Blue Core kini mengusung pendekatan sistem terpadu antara mesin berbahan bakar dan motor listrik. Dalam sistem ini, penggerak utama kendaraan lebih mengandalkan motor listrik, sementara mesin pembakaran internal berfungsi sebagai pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan jarak tempuh.
Target Konsumsi BBM 2,98 Liter per 100 Kilometer
Salah satu target utama dari pengembangan platform ini adalah meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan. Changan menargetkan konsumsi bahan bakar sekitar 2,98 liter per 100 kilometer, khususnya saat digunakan di area perkotaan.
Angka tersebut tergolong sangat efisien untuk kendaraan hybrid, terutama dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang sering mengalami kemacetan atau pola berkendara stop-and-go.
Platform Blue Core Super Engine dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi pada kecepatan rendah sehingga dapat mengurangi pemborosan bahan bakar yang biasanya terjadi pada kondisi lalu lintas padat.
Selain efisiensi bahan bakar, sistem powertrain pada platform ini juga dirancang untuk menghasilkan torsi instan yang tinggi serta tingkat kebisingan yang lebih rendah. Dengan karakteristik tersebut, pengalaman berkendara diklaim lebih halus dan mendekati sensasi mobil listrik murni.
Telah Diuji di Berbagai Kondisi Jalan
Untuk memastikan ketahanan dan keandalannya, Changan melakukan pengujian ekstensif terhadap sistem ini. Total pengujian jalan yang dilakukan mencapai 2 juta kilometer dengan berbagai kondisi lingkungan dan jenis permukaan jalan.
Pengujian tersebut mencakup lebih dari 70 jenis kondisi jalan berbeda di berbagai wilayah dunia, mulai dari jalan perkotaan hingga jalur ekstrem.
Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa platform hybrid tersebut dapat berfungsi optimal dalam berbagai kondisi penggunaan, termasuk di pasar global dengan karakter jalan yang berbeda-beda.
Persaingan di Pasar Hybrid Semakin Ketat
Di pasar kendaraan hybrid, teknologi Blue Core Super Engine akan bersaing dengan sejumlah sistem hybrid dari produsen otomotif China lainnya.
Beberapa teknologi yang sudah lebih dulu hadir antara lain DM-i 5.0 milik BYD serta NordThor EM-i dari Geely. Kedua teknologi tersebut bahkan diklaim mampu mencapai konsumsi bahan bakar hingga sekitar 2,62 liter per 100 kilometer.
Meski demikian, Changan optimistis teknologi Blue Core dapat bersaing di pasar global dengan menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar, performa mesin, serta pengalaman berkendara yang lebih nyaman.
Baca juga: Changan Lumin dan Deepal S07 Bikin Penasaran Pengunjung IIMS 2026
Kurangi Ketergantungan pada Pemasok Eksternal
Selain fokus pada efisiensi kendaraan, pengembangan platform ini juga menjadi bagian dari strategi Changan untuk meningkatkan kemandirian teknologi.
Perusahaan kini mulai mengembangkan secara internal berbagai komponen penting seperti sistem transmisi hybrid serta perangkat elektronik daya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal, termasuk perusahaan komponen otomotif seperti Aisin yang dikenal sebagai produsen gearbox efisiensi tinggi.
Dengan strategi tersebut, Changan berharap dapat mempercepat inovasi teknologi sekaligus memperkuat daya saingnya di industri kendaraan elektrifikasi yang semakin kompetitif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA