INDOZONE.ID - Green SM Indonesia, layanan taksi listrik yang beroperasi di Jakarta, Makassar, Bekasi, Surabaya, dan Bali, resmi menandatangani perjanjian pinjaman investasi senilai Rp600 miliar dengan Bank Central Asia (BCA) pada 3 April 2026.
Jangka waktu pinjaman lima tahun, ditujukan untuk mendukung operasional dan keberlanjutan layanan.
Green SM Indonesia adalah penyedia layanan taksi sepenuhnya listrik yang mulai beroperasi di Jakarta sejak Desember 2024.
Dalam waktu sekitar 16 bulan, perusahaan ini sudah menjangkau lima kota besar, dan kini mengamankan pendanaan institusional skala besar untuk menopang pertumbuhannya.
"Perjanjian ini mencerminkan pendekatan kami dalam mendukung bisnis yang memiliki visi jangka panjang. Transportasi berkelanjutan semakin penting bagi pembangunan perkotaan di Indonesia," ungkap SVP Corporate Banking BCA, Denny Haryanto.
Baca juga: Green SM Jadi App Carpooling EV Terbaik se-Asia Pasifik
BCA dan Green SM Indonesia sudah berkolaborasi sejak peluncuran di Jakarta, termasuk dalam program yang berfokus pada peningkatan aksesibilitas layanan bagi pelanggan.
Dana Rp600 M untuk Apa?
Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menyebut bahwa fasilitas ini memperkuat fondasi keuangan perusahaan.
"Fasilitas ini semakin memperkuat fondasi keuangan perusahaan untuk mendukung layanan yang stabil dan konsisten di berbagai kota tempat kami beroperasi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Green Sm