INDOZONE.ID - BYD meresmikan stasiun pengisian cepat ke-5.000 pada akhir Maret 2026, hanya 27 hari setelah program "Flash Charging China" diluncurkan.
Fasilitas terbaru dibuka di area layanan Jalan Tol Qinglan dekat Lanzhou, Provinsi Gansu. Jaringan ini kini sudah menjangkau 297 kota di seluruh China.
Kalau dirata-rata, itu lebih dari 185 stasiun baru per hari. Angka yang sulit dibayangkan untuk infrastruktur fisik.
BYD dan Ambisi 20.000 SPKLU Sebelum 2027
Melansir Carnewschina, program "Flash Charging China" adalah inisiatif infrastruktur nasional BYD yang menargetkan 20.000 stasiun pengisian cepat di seluruh China sebelum akhir 2026.
Cakupannya meliputi kawasan perkotaan sekaligus pusat pengisian khusus di sepanjang jalan tol.
Kalau target itu tercapai, jaringan BYD akan melampaui gabungan jaringan baterai swap milik para pesaingnya.
Baca juga: Daniel Craig Jadi Wajah Global DENZA, Brand EV Premium BYD
Baca juga: Denza Z Buka Voting Nama, Ada 3 Varian Supercar BYD
Ngisi Baterai 10% ke 97% Hanya 9 Menit?
Kecepatan pengisian adalah klaim utama BYD di balik ekspansi ini. Kendaraan yang menggunakan baterai Blade generasi kedua (Short) diklaim bisa terisi dari 10% ke 70% dalam sekitar 5 menit, dan dari 10% ke 97% dalam sekitar 9 menit pada suhu standar.
Di suhu ekstrem -30 derajat celcius sekalipun, pengisian dari 20% ke 97% hanya membutuhkan sekitar 12 menit atau sekitar 3 menit lebih lama dibanding kondisi normal.
Performa di suhu dingin ekstrem ini relevan untuk pasar Eropa dan Asia Utara, tapi juga jadi indikator ketangguhan teknologi secara umum.
Soal keamanan, baterai Blade generasi kedua sudah melewati 500 siklus pengisian cepat tanpa memicu kebakaran akibat uji tusukan jarum.
BYD bahkan memberlakukan garansi seumur hidup untuk sel baterainya.
Tanpa Ribet
Stasiun pengisian BYD menggunakan desain kabel gantung dengan bobot sekitar 2 kg. Konektor tidak menyentuh tanah, lebih bersih, lebih awet. Sistem penagihan berjalan otomatis dengan fitur plug-and-charge. Jadi tidak perlu buka aplikasi, tidak perlu scan QR code.
BYD sudah masuk Indonesia dan terus memperluas jaringan dealernya. Infrastruktur pengisian cepat sejauh ini masih terpusat di China, tapi peta jalan ekspansi globalnya jelas mengarah ke pasar-pasar berkembang di Asia Tenggara.
Bagi konsumen Indonesia yang masih ragu membeli EV karena khawatir soal charging, perkembangan di China ini adalah sinyal bahwa teknologinya sudah ada, tinggal menunggu ekosistemnya tiba di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina