Minggu, 19 APRIL 2026 • 12:48 WIB

Bridgestone Indonesia Teken Perjanjian Kerja Bersama Ekspor ke 70 Negara

Author

Menaker RI bersama Jajaran manajemen Bridgestone Indonesia. (Dok. Bridgestone Indonesia)

INDOZONE.ID - Bridgestone Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-16 untuk periode 2026–2028 pada 16 April 2025 di Karawang Plant, Kabupaten Karawang.

Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Kehadiran Menaker di pabrik Bridgestone bukan sekadar seremoni.

Yassierli secara eksplisit menempatkan Bridgestone Indonesia di antara level "proaktif" dan "transformatif", dua level teratas dari lima tingkatan kematangan hubungan industrial yang ia jabarkan.

"Kita ingin hubungan industrial naik kelas, tidak hanya harmonis, tetapi juga proaktif dan transformatif, di mana pekerja dan perusahaan memiliki visi bersama untuk meningkatkan daya saing," ujar Yassierli dalam sambutannya.

Sebagian besar perusahaan di Indonesia masih berada di level fragmented hingga harmonis. Artinya Bridgestone masuk kategori minoritas yang sudah jauh melampaui standar rata-rata industri nasional.

PKB atau Perjanjian Kerja Bersama adalah kontrak kolektif antara manajemen dan serikat pekerja yang mengatur hak dan kewajiban kedua pihak, mulai dari upah, jam kerja, hingga perlindungan keselamatan.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyebut pencapaian ekspor sebagai salah satu bukti konkret dari kolaborasi ini.

"Produk ban dari pabrik di Indonesia telah diekspor ke lebih dari 70 negara, termasuk negara-negara dengan standar tinggi seperti Amerika Serikat, Australia, hingga negara asal Bridgestone, yaitu Jepang," kata Mukiat.

Fakta bahwa ban buatan Indonesia diterima di Jepang, negara asal merek ini, sangat ketat.

Standar quality control Jepang dikenal ketat, dan lolos ke sana berarti produksi lokal benar-benar memenuhi benchmark global.

Bridgestone Indonesia mengoperasikan dua pabrik, yakni Karawang Plant (KP) dan Bekasi Plant (BP).

KP baru saja meraih penghargaan lingkungan peringkat "Emas" dari Kementerian Lingkungan Hidup, sementara BP meraih "Hijau".

Operasional perusahaan dijalankan dengan kerangka SEQCD, yaitu Safety, Environment, Quality, Cost, dan Delivery.

Filosofinya "tires carry life", ban membawa kehidupan. Standar produksi di Indonesia diklaim identik dengan yang diterapkan di Jepang.

Direktur HRGA Bridgestone Indonesia, Yunus Triyonggo, menyampaikan bahwa Menaker juga terkesan dengan pendekatan 4P, Policy, People, Process, Product, yang sudah dipraktikkan perusahaan, termasuk inovasi perbaikan ergonomi di tempat kerja.

"Beliau mengharapkan bahwa best practice tersebut dapat juga dipelajari dan diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lain di Indonesia," ujar Yunus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bridgestone Tire Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU