Kamis, 21 MEI 2026 • 17:30 WIB

Stellantis Gandeng Dongfeng Produksi Mobil Listrik Voyah di Prancis

Author

Mobil Listrik Voyah (ArenaEV)

INDOZONE.ID - Grup otomotif global Stellantis resmi menjalin kerja sama baru dengan pabrikan asal China, Dongfeng. Keduanya telah menandatangani letter of intent atau nota kesepahaman untuk memproduksi mobil merek Voyah di pabrik Stellantis yang berada di Rennes, Prancis.

Kerja sama ini nantinya akan dijalankan lewat perusahaan patungan atau joint venture, dengan Stellantis memegang saham mayoritas sebesar 51 persen.

Voyah sendiri merupakan merek mobil premium dan listrik milik Dongfeng yang selama ini cukup dikenal di pasar China. Namun di Eropa, nama Voyah masih tergolong baru dan belum terlalu populer.

Berdasarkan data penjualan terbaru, Dongfeng hanya mampu menjual sekitar 3.000 unit kendaraan di Eropa sepanjang 2025. Angka itu memang masih kecil dibanding merek-merek besar lainnya. Meski begitu, Dongfeng tampaknya mulai serius memperluas pasar global karena persaingan industri mobil listrik di China semakin ketat.

Baca juga: Tunggu Tanggal Mainnya, Stellantis dan Indomobil Siap Bawa Leapmotor ke Indonesia!

Banyak produsen EV di China saat ini mulai tertekan akibat perang harga, margin keuntungan yang menipis, hingga persaingan teknologi yang makin agresif. Karena itu, ekspansi ke pasar luar negeri jadi salah satu strategi penting agar penjualan tetap tumbuh.

Kerja sama antara Stellantis dan Dongfeng sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Awal Mei lalu, kedua perusahaan juga dikabarkan sudah menandatangani kesepakatan lain untuk memproduksi model baru Peugeot dan Jeep khusus pasar China.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi besar produsen otomotif Eropa yang mulai memanfaatkan kembali pabrik-pabrik mereka yang produksinya sedang menurun.

Saat ini, cukup banyak fasilitas manufaktur di Eropa yang kapasitas produksinya tidak terpakai maksimal. Kondisi itu terjadi karena permintaan mobil konvensional mulai bergeser ke kendaraan listrik, sementara persaingan industri otomotif global juga semakin keras.

Stellantis sendiri sebelumnya juga sudah menjalin kerja sama dengan pabrikan EV asal China lainnya, yakni Leapmotor. Melalui kolaborasi tersebut, mobil Leapmotor akan diproduksi di Spanyol dengan skema joint venture serupa, di mana Stellantis juga memegang saham mayoritas 51 persen.

Baca juga: Stellantis Brand House Berikan Jawaban Soal Hadirnya Leapmotor di Indonesia, Fix Gak Nih?

Sementara itu, Volkswagen kabarnya juga tengah membuka peluang kerja sama dengan beberapa produsen mobil China untuk memanfaatkan fasilitas produksi mereka di Eropa.

Pabrik Stellantis di Rennes menjadi salah satu contoh fasilitas yang saat ini produksinya belum optimal. Pabrik yang berdiri sejak 1960 itu sempat memproduksi hingga 400 ribu mobil per tahun pada awal 2000-an.

Namun sekarang, fasilitas tersebut hanya digunakan untuk memproduksi Citroën C5 Aircross dan hanya memakai satu lini produksi saja.

Kalau kerja sama ini benar-benar berjalan, maka Voyah berpeluang menjadi salah satu merek mobil listrik China berikutnya yang serius masuk pasar Eropa melalui jalur produksi lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ArenaEV

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU