INDOZONE.ID - Honda resmi memperkenalkan mobil listrik mungil bergaya hot hatch bernama Super ONE di Jepang pada Jumat (22/5/2026). Mobil ini langsung mencuri perhatian karena tampil beda dibanding kebanyakan city EV murah yang biasanya terkesan “aman” dan minim karakter.
Lewat Super ONE, Honda mencoba membuktikan bahwa mobil listrik kompak tetap bisa tampil sporty, menyenangkan dikendarai, dan tetap ramah di kantong. Mobil ini juga diproyeksikan menjadi salah satu senjata baru Honda untuk pasar global, termasuk Eropa dan beberapa negara Asia yang mulai agresif mengembangkan kendaraan listrik perkotaan.
Berbeda dari mobil listrik entry-level pada umumnya yang fokus hanya pada efisiensi, Honda justru memberi sentuhan agresif pada desain dan karakter berkendaranya. Secara tampilan, Super ONE punya bodi mungil dengan garis desain tegas, fender lebar, dan posisi mobil yang dibuat lebih rendah agar terasa lebih stabil saat digunakan bermanuver di jalan kota.
Honda membangun mobil ini dari platform ringan N-Series khas Jepang, namun sasisnya sudah dimodifikasi khusus agar lebih sporty. Hasilnya, Super ONE punya pengendalian yang diklaim lebih lincah dibanding city car listrik biasa.
Dimensinya juga sangat kompak. Panjang mobil ini hanya sekitar 3.395 mm, membuatnya cocok digunakan di jalan perkotaan yang padat seperti Tokyo, Bangkok, hingga kota besar di Indonesia seperti Jakarta atau Surabaya yang sering menghadapi masalah parkir dan kemacetan.
Baca juga: BYD Salip Honda, Merek Mobil China Mulai Guncang Dominasi Jepang di Indonesia
Meski tampil agresif, performanya memang belum bisa disamakan dengan hot hatch bermesin bensin. Super ONE dibekali motor listrik bertenaga 63 hp yang mendapat suplai daya dari baterai 29,6 kWh.
Namun Honda menyediakan lima mode berkendara berbeda, yaitu ECON, CITY, NORMAL, SPORT, dan BOOST. Khusus mode BOOST, tenaga mobil bisa meningkat sementara hingga 93 hp untuk memberikan sensasi akselerasi yang lebih responsif.
Mode CITY juga sudah mendukung fitur one-pedal driving, di mana mobil bisa melambat hingga berhenti hanya dengan melepas pedal akselerator. Fitur seperti ini kini mulai populer di mobil listrik modern karena membuat pengalaman berkendara di tengah macet terasa lebih nyaman.
Menariknya lagi, Honda mencoba menghadirkan sensasi berkendara ala mobil bensin pada Super ONE. Mobil ini dibekali simulasi transmisi tujuh percepatan lengkap dengan suara mesin buatan melalui sistem Active Sound Control.
Pengemudi bahkan bisa memindahkan “gigi virtual” lewat paddle shifter di belakang setir. Sistem tersebut dirancang untuk memberi sensasi perpindahan gigi dan suara khas mobil sport konvensional agar pengemudi tidak merasa terlalu asing saat menggunakan mobil listrik.
Masuk ke bagian interior, nuansa modern langsung terasa lewat layar infotainment 9 inci yang sudah terintegrasi dengan sistem Google bawaan. Honda juga memasang jok sport dengan desain lebih tebal agar posisi duduk tetap nyaman saat mobil digunakan secara agresif.
Untuk urusan hiburan, Super ONE menjadi mobil kompak Honda pertama yang menggunakan sistem audio premium Bose. Sistem tersebut terdiri dari delapan speaker dan subwoofer berukuran besar yang ditempatkan di bagasi belakang.
Baca juga: Honda Siapkan Generasi Baru Mobil Hybrid Global
Dari sisi jarak tempuh, mobil listrik ini mampu melaju hingga 274 km berdasarkan standar WLTP dalam sekali pengisian penuh. Angka tersebut memang lebih cocok untuk kebutuhan mobilitas harian di dalam kota dibanding perjalanan jarak jauh.
Saat baterai habis, pengisian cepat dari 10 persen ke 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Yang paling menarik tentu soal harga. Di Jepang, Honda Super ONE dijual mulai 3.390.200 yen atau setara sekitar Rp370 jutaan. Harga tersebut membuatnya jauh lebih murah dibanding beberapa hot hatch listrik Eropa yang harganya bisa hampir dua kali lipat.
Honda juga sudah memastikan mobil ini akan masuk pasar Inggris mulai Juli 2026 dengan nama berbeda, yakni Honda Super-N.
Jika nantinya masuk Indonesia, Super ONE berpotensi menarik perhatian konsumen muda yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa kehilangan sensasi berkendara sporty. Apalagi pasar EV di Indonesia saat ini masih didominasi SUV dan city car bergaya kalem.
Dengan desain unik, ukuran ringkas, dan harga yang relatif lebih terjangkau, Honda tampaknya ingin menjadikan Super ONE sebagai mobil listrik perkotaan yang tidak hanya hemat, tetapi juga tetap fun to drive.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ArenaEV