INDOZONE.ID - Smart akhirnya siap masuk ke segmen sedan. Setelah selama ini dikenal lewat SUV listrik seperti Smart #1, #3, dan #5, merek yang kini berada di bawah naungan Mercedes-Benz dan Geely itu bakal meluncurkan Smart #6 EHD pada 11 Juni mendatang.
Model ini cukup menarik karena menjadi sedan pertama Smart di era baru perusahaan. Bukan mobil listrik murni, Smart #6 EHD justru hadir dengan teknologi plug-in hybrid (PHEV), kombinasi yang saat ini sedang populer di pasar China.
Sebelumnya Smart sudah membuka masa pre-order mobil tersebut saat Beijing Auto Show 2026. Harga jualnya dimulai dari 189.900 yuan atau sekitar Rp420 jutaan jika dikonversi ke kurs saat ini.
Baca juga: Smart Concept #2 Hadir, City Car Listrik Kembali
Dari luar, Smart #6 EHD tampil berbeda dibanding mobil Smart yang dulu identik dengan ukuran mungil. Sedan ini punya bodi liftback dengan pintu bagasi model hatchback yang menyatu dengan kaca belakang.
Desain depannya masih mempertahankan ciri khas Smart generasi terbaru. Sementara di bagian belakang tersedia opsi spoiler aktif yang bisa terbuka otomatis untuk membantu aerodinamika saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi.
Masuk ke kabin, nuansa modern langsung terasa. Tata letak dashboard mengadopsi desain yang sebelumnya sudah digunakan pada Smart #5.
Smart juga menyematkan dua layar digital untuk sistem hiburan dan informasi kendaraan. Menariknya lagi, mobil ini dibekali sistem audio premium dari Sennheiser dengan konfigurasi 7.1.4 channel dan tenaga hingga 2.000 watt.
Buat pecinta musik, angka tersebut terbilang sangat besar untuk ukuran sistem audio bawaan pabrik.
Soal performa, Smart #6 EHD menggunakan mesin bensin 1.500 cc turbo yang dipadukan motor listrik.
Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 161 hp, sedangkan motor listriknya menyumbang 268 hp. Jika digabungkan, total tenaga yang dihasilkan mencapai 429 hp.
Seluruh tenaga itu disalurkan ke roda depan melalui transmisi hybrid khusus tiga percepatan atau Dedicated Hybrid Transmission (DHT).
Konsumen nantinya bisa memilih dua ukuran baterai berbeda. Pilihan pertama memakai baterai LFP 20 kWh buatan SVOLT dengan jarak tempuh listrik murni hingga 135 kilometer.
Sementara versi yang lebih tinggi menggunakan baterai CATL berkapasitas 41 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 285 kilometer dalam mode listrik penuh berdasarkan standar pengujian CLTC China.
Angka tersebut terbilang besar untuk ukuran mobil hybrid isi ulang. Bahkan beberapa mobil listrik yang dijual di Indonesia masih memiliki jarak tempuh yang tidak jauh berbeda.
Smart juga mengklaim varian baterai terbesar mampu menempuh perjalanan hingga 1.810 kilometer jika baterai terisi penuh dan tangki bensin dalam kondisi penuh.
Meski terdengar fantastis, angka tersebut tetap menggunakan standar pengujian China yang biasanya lebih optimistis dibanding kondisi penggunaan sehari-hari.
Untuk urusan pengisian daya, Smart belum mengungkap detail resmi. Namun jika mengikuti Smart #5 yang menggunakan sistem serupa, baterai dapat diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 15 hingga 20 menit tergantung kapasitas baterainya.
Di sektor kaki-kaki, Smart disebut menggunakan kombinasi suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link.
Pabrikan juga mengklaim penyetelan sasis dan suspensi mendapat sentuhan langsung dari tim Mercedes-Benz. Selain itu tersedia teknologi Frequency Selective Damper (FSD) untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus menjaga kestabilan saat bermanuver.
Meski bobot mobil mendekati dua ton, Smart mengklaim akselerasi 0-100 km/jam masih bisa dicapai dalam waktu 6,7 detik bahkan saat kondisi baterai rendah.
Baca juga: Smart Perkuat Branding EV Premium Bersama Jessie J
Dari sisi ukuran, Smart #6 EHD memiliki panjang 4.906 mm, lebar 1.922 mm, dan tinggi 1.508 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.926 mm sehingga kabin diperkirakan cukup lega untuk penggunaan keluarga.
Kehadiran Smart #6 EHD juga menjadi langkah penting bagi Smart yang belakangan sedang menghadapi tantangan di pasar China.
Data penjualan menunjukkan merek ini hanya berhasil menjual sekitar 1.700 unit kendaraan pada April 2026. Angka tersebut jauh dari harapan jika dibandingkan persaingan yang semakin ketat di segmen kendaraan energi baru.
Karena itulah Smart mencoba mencari pasar baru dengan masuk ke segmen sedan, yang selama ini belum pernah mereka sentuh.
Apakah strategi tersebut akan berhasil masih menjadi tanda tanya. Namun satu hal yang pasti, Smart #6 EHD menunjukkan bahwa merek yang dulu identik dengan mobil kota berukuran mungil kini sedang berusaha tampil lebih serius dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina.com