INDOZONE.ID - Di tengah tren mobil listrik yang terus berkembang, Bos Toyota Akio Toyoda merasa kesepian. Dia mengaku khawatir jika suatu saat semua orang beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).
Menurutnya, industri otomotif bisa kehilangan banyak hal ketika mesin pembakaran internal benar-benar ditinggalkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Toyoda saat membahas pandangannya mengenai masa depan otomotif.
Toyota sendiri dikenal mengambil langkah yang lebih hati-hati dalam transisi menuju kendaraan listrik dibanding sejumlah rivalnya.
Akio Toyoda mengaku sudah lama menyuarakan pandangan yang berbeda terkait mobil listrik.
Baca juga: Toyota Innova Reborn di India Tampil Segar dengan Sentuhan Baru, Indonesia Kapan?
Baca juga: 6 Pertanyaan Awam soal Toyota Veloz Hybrid, Takut Kesetrum?
Menurutnya, perkembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan memang penting.
Namun ada aspek lain yang juga perlu diperhatikan, mulai dari pengalaman berkendara hingga keberlangsungan industri yang selama ini bergantung pada mesin konvensional.
“Semua orang beralih ke kendaraan listrik baterai (BEV), ini adalah kekhawatiran terbesar saya. Tiga atau empat tahun yang lalu, saya adalah satu-satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, saya menyukai suara, dan saya menyukai mesin, dan saya ingin mempertahankan lapangan kerja bagi pemasok mesin," tuturnya mengutip CarWow, Minggu (14/6/2026).
Bagi Toyoda, mobil bukan sekadar alat transportasi. Ada unsur emosi dan kesenangan berkendara yang menurutnya sulit dipisahkan dari dunia otomotif.
“Tapi sepertinya hanya aku yang merasa seperti ini. Aku merasa sangat kesepian,” ujarnya.
Masih Menyukai Mobil Bermesin Bensin
Pandangan tersebut tidak lepas dari latar belakang Toyoda yang memang dikenal sebagai penggemar mobil balap.
Ia kerap turun langsung ke lintasan balap menggunakan nama samaran Morizo, dan terlibat dalam pengembangan mobil sport Toyota Gazoo Racing seperti GR Yaris serta GR Corolla.
Jadi wajar, kalau Toyoda masih memiliki kedekatan emosional dengan suara mesin, perpindahan gigi, hingga sensasi berkendara yang selama ini identik dengan mobil bensin.
“Mobil adalah mainan saya. Saya ingin membuat mobil yang ingin saya simpan di garasi saya. Jika saya hanya harus membuat mobil netral karbon, itu tidak menarik,” paparnya.
Toyota Tetap Mendukung Kendaraan Ramah Lingkungan
Meski kerap dianggap tidak terlalu agresif di pasar mobil listrik, Toyoda menegaskan bahwa Toyota tetap mendukung upaya mengurangi emisi karbon.
Pabrikan Jepang itu memilih pendekatan yang lebih beragam dengan mengembangkan mobil hybrid, plug-in hybrid, hidrogen, hingga mobil listrik murni secara bersamaan.
Strategi tersebut membuat Toyota berbeda dibanding beberapa produsen yang langsung fokus penuh pada mobil listrik.
Sampai saat ini, Toyota memang belum memiliki sebanyak model EV seperti Volkswagen atau Kia.
Namun perusahaan tetap memperluas lini kendaraan listriknya melalui model seperti bZ4X, Urban Cruiser, dan bZ4X Touring.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carwow