Banyak pengguna sepeda motor matik yang mengabaikan pengecekan pada v-belt. Padahal komponen ini menjadi salah satu bagian utama untuk menggerakan sepeda motor. Bila v-belt mengalami trouble pada saat motor melaju akan sangat berbahaya bagi pemotor.
Komponen ini sering diabaikan karena posisinya ada di dalam penutup mesin sehingga tidak bisa langsung dilihat karena perlu membongkar boks CVT. Namun tetap saja pengecekan harus dilakukan. Paling tidak pada saat melakukan perawatan bulanan.
Lalu kapan v-belt pada motor matik harus diganti? Beberapa sumber mengungkapkan umumnya jangka waktu kedaluwarsa v-belt ketika usia kadaluarsanya mencapai 25 ribu kilometer. Meskipun demikian bengkel menyarankan ketika usia pakainya mencapai 22 ribu km sebaiknya sudah diganti.
Beberapa motor matik bongsor saat ini seperti Yamaha NMax, sudah memiliki indikator v-belt yang bisa memberi signal pada pemotor untuk menggantinya. Namun untuk motor matik yang tidak memiliki indikator bisa melihat ciri-ciri fisik v-belt.
Jika karet v-belt sudah mulai getas atau ada tanda retakan, artinya sabuk wajib diganti, demi menghindari putus di tengah jalan.
Selain tanda retakan, v-belt yang sudah tidak layak pakai bisa dilihat dari sisi samping belt. Biasanya sudut v-belt menjadi tajam, berarti sudah mulai aus. Selain itu, v-belt aus biasanya menimbulkan suara berisik di area CVT.
Meskipun ada batasan usia baku, namun sebenarnya kondisi v-belt bisa lebih cepat rusak kalau tidak dirawat. Kotoran yang jarang dibersihkan di area CVT juga bisa memperpendek usia pakai v-belt.
Selain itu, kebiasaan bermotor seperti memainkan gas untuk akselerasi juga dapat memperpendek usia v-belt karena pengaruh gesekan dan tahanan secara tiba-tiba saat menarik dan menurunkan gas motor. (WK)
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: