Saat hujan, kondisi ban motor saat berkendara perlu diperhatikan.
Jalan licin dan genangan air berpotensi membuat motor slip dan pemotor terjatuh.
Untuk itu beberapa hal terkait kondisi ban perlu diperhatikan.
Berikut 4 hal pada ban motor yang perlu diperhatikan saat bermotor di musim hujan.
1. Kedalaman bunga ban
Pada setiap ban terdapat Tread Wear Indicator (TWI).
Perhatikan TWI pada ban karena ia menjadi indikator tingkat keamanan ban.
Ban yang sudah melewati batas garis TWI tandanya sudah botak, sehingga harus diganti karena daya cengkramnya ke permukaan jalan sudah menurun.
"Kedalaman ban biasanya dilihat dsri TWI berbentuk segitiga. Kalau kedalaman ban sudah melampaui TWI sebaiknya ban diganti, karena traksinya dengan permukaan jalan sudah gak maksimal," kata Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, Dodiyanto saat dihubungi Indozone, Jumat, (3/1).
2. Jangan gunakan ban yang lebih kecil
Ban motor standar asal pabrikan sudah dibuat dengan memperhitungkan bobot motor karena itu jika menggantinya dengan ukuran yang lebih kecil.
Hal itu justru akan mengurangi daya cengkramannya di jalan dan pembuangan air pada ban kecil, sehingga tidak maksimal digunakan saat hujan.
"Saat hujan dan jalan licin ban yang digunakan harus maksimal saat berada di jalan basah, karena pembuangan air pada ban harus maksimal. Jadi kalau mau ganti ban harus yang ukuran standar atau lebih besar," ujarnya.
3. Jangan pakai ban balap saat hujan
Ban balap dirancang khusus untuk balapan.
Saat lintasan basah biasanya pembalap menggunakan ban kering. Namun saat hujan menggunakan ban khusus untuk trek basah.
Karena ban model ini memiliki tapak, kembangan, alur atau pattern yang berbeda.
"Saat hujan jangan gunakan ban balap. Memang kita tak bisa melarang orang untuk menggunakan ban balap. Tapi itu kecuali saat kering. Karena patternnya beda maka tidak direkomendasikan untuk dipakai saat hujan," jelasnya.
4. Kurangi tekanan angin ban saat hujan
Saat hujan kurangi tekanan ban dari ukuran standarnya saat digunakan dikondisi kering.
Hal ini perlu dilakukan agar kontak permukaan ban dengan aspal semakin baik.
"Kurangi tekanan ban saat hujan. Misalkan saat kering tekanan standarnya 29 Psi, kurangi sedikit menjadi 28 Psi. Ini agar kontaknya dengan permukaan jalan basah bisa lebih maksimal," tukasnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: