Nama perusahaan manufaktur otomotif Nissan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Nissan adalah produsen otomotif multinasional yang berasal dari Jepang.
Tapi, taukah kamu siapa pendiri perusahaan otomotif ini? Pria bernama Yoshisuke Aikawa, adalah sosok di balik terciptanya Nissan. Pria Jepang ini memiliki pola pikir "berani melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain."
Pola pikir yang tercetus oleh Aikawa ini, menjadi langkah awalnya mendirikan Nissan. Ia mengawali kariernya sebagai seorang mekanik dengan merantau ke Amerika Serikat, walaupun ia lahir dari keluarga bangsawan.
Dilansir laman resmi Nissan, Selasa (9/6/2020), Aikawa menjadi salah satu pengusaha terbesar pada Periode Showa (1926-1989) di Jepang.
Pria yang lahir di Kota Yamaguchi pada 6 November 1880 ini, berasal dari keluarga bangsawan. Ayah Aikawa adalah kepala Keluarga Aikawa ke-10, penguasa lokal yang melayani klan Choshu, dan Ibunya adalah keponakan dari Kaoru Inoue, tokoh sentral dalam klan Choshu.
Berasal dari keluarga yang menggeluti dunia bisnis, Aikawa bebas untuk memilih apa saja yang ia ingin ia lakukan untuk profesinya.
Alih-alih memilih profesi mentereng, Aikawa justru memilih bekerja sebagai mekanik saat mengikuti program pascasarjana. Dari pekerjaan ini, Aikawa hanya menerima 45 sen per hari di Shibaura Seisakusho ( yang sekarang berubah jadi Toshiba).
Ketika bekerja, Aikawa tak pernah membongkar identitas dan latar belakang akademiknya. Keinganan Aikawa untuk masuk ke industri manufaktur dimulai saat dia hampir sakit parah saat di universitas.
Kondisi itu membentuk tekadnya untuk terlibat dalam sebuah pekerjaan yang membuatnya tetap hidup dan konsisten dalam pekerjaan itu.
Pengetahuan Aikawa dalam proses manufaktur, menjadi salah satu modal kesuksesan Aikawa. Meskipun berasal dari keluarga bangsawan, ia tetap mengedepankan gaya hidup sederhana.
Bekerja sebagai mekanik
Aikawa memutuskan untuk pergi ke Amerika Serikat setelah mendapatkan pekerjaan sebagai mekanik di sebuah pabrik besi tuang milik Gould Coupler Co.
Di tempat ini, Aikawa belajar selama lebih dari setahun untuk mempelajari berbagai teknologi dan teknik.
Dari tempat ini, Aikawa melihat sendiri bagaimana industri otomotif AS lahir. Ia menilai, industri otomotif punya potensi untuk terus berkembang.
Setelah bekerja di tempat ini, Aikawa kembali ke Jepang dan mendirikan beberapa perusahaan serta membeli beberapa perusahaan lainnya.
Namanya mulai dikenal di bidang industri dan masyarakat sebagai pengusaha muda yang dinamis. Aikawa yakin bahwa peluang industri mobil dan otomotif akan cepat berkembang. Itulah sebabnya, ia bersikeras bahwa Jepang harus memproduksi mobil.
Pendirian Nissan
Di awal tahun 1930-an, Aikawa menilai bahwa saat itu adalah waktu yang tepat untuk mendirikan perusahaan Jidosha Seizou KK di Yokohama pada 26 Desember 1933, yang dibangun bersama Nihon Sangyo.
Jidosha Seizou melahirkan merek Datsun pada tahun 1930-an dengan filosofi matahari yakni kata "sun" dimaknai sebagai "the rising sun."
Dalam pertemuan pemegang saham pertama di tanggal 30 Mei 1934, Jidosha Seizou KK berganti nama menjadi Nissan Motor Co Ltd, karena menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Nihon Sangyo. Di sinilah menjadi momen lahirnya Nissan Motor.
Di tahun 1933, volume produksi tahunan Nissan Motor hanya sebanyak 202 unit, saat fasilitas produksi berlokasi di Osaka.
Namun, saat fasilitas produksi dipindahkan ke Yokohama, perusahaan tersebut berhasil memproduksi sebanyak 940 unit di tahun 1934.
Kemudian di tahun 1935, saat jalur konveyor sepanjang 70 meter selesai, pembuatan kerangka mobil dan bodi terintegrasi dimulai, berkat proyek tersebut, Nissan bisa memproduksi 3.800 unit.
Produksi kemudian meningkat di tahun 1936 menjadi 6.163 unit dan 10.227 unit pada tahun 1937.
Jumlah produksi ini membuat Nissan menjadi produsen mobil terbesar di negara-negara Asia di antara beberapa perusahaan yang dibiayai dengan modal Jepang.
Walaupun volumenya masih kecil, Nissan mulai yakin untuk mengeskpor mobilnya.
Keyakinan Aikawa untuk mewujudkan mimpinya, dengan mendirikan perusahaan otomotif bukan hanya berhasil di Jepang, melainkan hingga ke seluruh penjuru dunia.
Dari sosok Aikawa, kita bisa belajar bahwa impian bisa tercapai dengan usaha yang keras. Tak peduli dari keluarga mana kita berasal dan latar belakang pendidikan yang dimiliki, dengan tekad dan kerja keras, maka tak ada yang tak mungkin.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: