Xiaomi Sky Nomad N90. (ArenaEV)
INDOZONE.ID - Raksasa teknologi asal China, Xiaomi, tampaknya benar-benar serius menancapkan kukunya di industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sukses besar dengan sedan SU7 dan lini SUV murninya, Xiaomi kini siap beralih ke strategi baru demi menggaet para pencinta petualangan luar ruangan (outdoor).
Tak main-main, Xiaomi langsung meluncurkan sub-brand khusus bernama Sky Nomad. Di pasar domestik China, merek ini akan mengusung nama Xun Tian yang berarti "mencari langit". Nama ini menjadi sinyal kuat bahwa lini mobil baru mereka memang didesain untuk menunjang gaya hidup petualang yang hobi pelesiran di akhir pekan.
Mobil pertama yang bakal mengisi lini Sky Nomad adalah sebuah SUV berukuran full-size bernama N90. Baru-baru ini, para fotografer mata-mata (spy shot) di China berhasil mengabadikan momen saat raksasa ini sedang diuji coba di jalan raya. Menariknya, N90 tidak menggunakan sistem listrik murni (Pure EV), melainkan beralih ke teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
Bagi yang masih asing, sistem EREV ini mengawinkan motor listrik sebagai penggerak utama dengan mesin bensin kecil. Mesin bensin di sini sama sekali tidak terhubung ke roda, melainkan murni bertugas sebagai generator berjalan untuk mengisi daya baterai saat kehabisan daya di tengah jalan.
Baca juga: Penjualan Mobil Listrik Xiaomi Melejit, SU7 Jadi Andalan
Dari foto-foto spy shot yang beredar, Sky Nomad N90 sengaja dirancang untuk mengakomodasi tren glamping (glamour camping) yang sedang naik daun. Di atas atap mobil uji coba yang berkamuflase tersebut, terlihat sebuah tenda terintegrasi berdesain aerodinamis. Tenda tersebut menggunakan kain kanvas berwarna krem lengkap dengan jaring nyamuk hitam, layaknya kamar loteng berjalan di tengah hutan.
Biar makin manja saat berkemah, kursi baris belakang SUV ini bisa dilipat hingga benar-benar rata dengan lantai. Tak ketinggalan, tersedia juga colokan listrik AC berdaya besar. Jadi, jangan heran kalau nanti kamu melihat ada orang yang menyalakan panggangan listrik hingga TV ukuran 65 inci langsung dari mobil mereka di pinggir sungai.
Secara dimensi, mobil ini punya panjang lebih dari 5.300 mm dengan jarak sumbu roda mencapai 3,100 mm. Konsumen bisa memilih konfigurasi 5-penumpang atau 7-penumpang. Di pasar China, angka "90" menandakan statusnya sebagai SUV flagship premium yang siap menantang pemain mapan seperti Li Auto L9, Denza N9, IM LS9, hingga XPeng GX.
Xiaomi Sky Nomad N90 mode siap Glamping. (ArenaEV)
Di balik bodinya yang kekar, Sky Nomad N90 menggendong mesin 1.5 liter turbocharged yang bertindak sebagai range extender untuk menyokong paket baterai berkapasitas di atas 70 kWh.
Urusan performa, SUV ini mengandalkan konfigurasi dua motor listrik (dual-motor) yang menghasilkan sistem penggerak semua roda (AWD) agar tangguh di medan tanah atau tidak rata.
Kenyamanannya pun dijamin premium berkat suspensi udara adaptif (adaptive air suspension) dan sistem kemudi roda belakang (rear-wheel steering) yang membuat SUV raksasa ini tetap lincah bermanuver di ruang sempit. Di bagian atap, terlihat juga sensor LiDAR yang menandakan mobil ini dibekali fitur asisten pengemudi otonom tingkat lanjut untuk perjalanan jauh.
Baca juga: Xiaomi YU7 GT Punya Tenaga Buas dan Desain Sporty, Resmi Rilis Minggu Ini
Demi menjaga harga tetap kompetitif, Xiaomi mengubah strategi rantai pasok baterainya. Jika pada model SU7 mereka mengandalkan raksasa CATL dan divisi FinDreams milik BYD, untuk lini Sky Nomad ini Xiaomi mempercayakan Sunwoda (menyuplai 60 persen baterai) dan CALB (40 persen sisanya). Langkah dua penyuplai ini diambil untuk menekan biaya produksi sekaligus menghindari risiko inden panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ArenaEV