Toyota Motor Corporation mengingatkan kepada pemegang saham di Toyota bahwa mereka harus bisa survive dengan kondisi ekonomi yang terpuruk karena pandemi Covid-19. Untuk itu, mereka harus menggunakan pelajaran yang diperoleh selama krisis keuangan global untuk mengatasi tantangan yang disebabkan oleh pandemi.
CEO perusahaan Akio Toyoda mengakui tantangan ekonomi karena dampak Covid-19 sangat mengganggu bisnis mereka. Namun Toyota akan tetap bertahan dan akan bangkit kembali setelah semuanya akan kembali membaik setelah sejumlah negara mulai menjalani recovery ekonomi. Walaupun akan ada penurunan laba yang besar.
Mengutip Paultan, Jumat (12/6/2020), otoritas Toyota melaporkan mereka memprediksi laba Toyota akan turun 80%, terendah sembilan tahun terakhir dati laba operasi yang ditargetkan 500 miliar yen untuk tahun fiskal hingga Maret. Hal ini terungkap dalam rapat pemegang saham yang berlangsung di kantor pusat Toyota di Nagoya.
Meskipun demikian, Toyota akan tetap akan memproduksi tiga juta mobil sesuai target tahunan, walaupun mereka telah menghentikan beberapa pabrik dalam negeri mulai April hingga Juni dan beberapa pemasoknya juga terkena dampak virus corona.
Untuk bertahan lebih jauh, raksasa otomotif asal Jepang ini tengah mencari pinjaman dan jalur kredit dari bank yang akan digunakan untuk pengembangan produk dan dukungan terhadap berbagai lini bisnisnya yang ikut terganggu.
"Jika kami tidak menang, kami tidak akan dapat mendukung industri dan negara ini. Kami berbeda hari ini dari apa yang kami alami selama krisis keuangan,” ujar Toyoda.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: