Ilustrasi cuaca berkabut. (ANTARA)
INDOZONE.ID - Mengendarai mobil saat cuaca sedang berkabut memang membutuhkan kewaspadaan tinggi lantaran jarak pandangnya bisa sangat terbatas.
Pasalnya, ketebalan kabut dapat membuat pandangan kita mengabur di rambu lalu lintas, kendaraan yang ada di depan, bahkan tepian jalan yang semestinya terlihat lebih jelas.
Kurangnya kehati-hatian dalam kondisi cuaca seperti ini jelas akan melipatgandakan risiko kecelakaan di jalan raya.
Sebagai langkah antisipasi, pahamilah beberapa tips berkendara menembus kabut berikut ini yang akan membantu kamu menjaga stabilitas kendaraan sekaligus memastikan perjalanan tetap aman sampai tujuan.
Baca juga: Apakah Kabut dan Embun Bisa Membuat Motor Cepat Berkarat? Ini Penjelasannya
Nyalakan lampu utama atau lampu kabut saat berkendara menembus kabut agar mobil kamu mudah terlihat oleh pengendara lain.
Gunakan selalu lampu dekat karena sorotnya tidak memantul balik ke arah kemudi.
Hindari menyalakan lampu jauh. Alih-alih menerangi jalan, pantulan cahayanya pada partikel air di udara justru akan membuat pandangan menjadi sangat silau dan merusak konsentrasi berkendara kamu.
Dengan mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman saat kondisi sedang berkabut, itu membuat kamu lebih terjaga.
Setidaknya dengan mengurangi kecepatan, maka pengemudi tetap memiliki waktu yang lebih banyak guna bisa menanggapi situasi secara mendadak.
Menjaga jarak aman dengan kendaraan yang ada di depan bisa menjadi langkah penting yang harus kamu lakukan.
Jarak yang lebih luas setidaknya bisa memberikan ruang pengereman yang cukup apabila sampai terjadi perlambatan secara mendadak, sehingga tetap bisa diantisipasi.
Marka jalan adalah navigator visual terbaik kamu saat jarak pandang terhalang oleh kabut pekat. Dengan mengikuti garis putih di tepi atau tengah jalan, pengemudi dapat mendeteksi posisi kendaraan secara akurat agar tetap berada di jalur yang benar.
Alihkan fokus kamu dari lampu kendaraan di depan, menjaga jarak terlalu dekat dan hanya mengandalkan lampu mobil lain justru berisiko memicu kecelakaan beruntun akibat hilangnya fokus mandiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Toyota Astra