Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 29 APRIL 2026 • 11:24 WIB

Dear Pengguna Mobil Listrik, Waspada Cuaca Panas Ekstrem Bisa Percepat Kerusakan Baterai!

Dear Pengguna Mobil Listrik, Waspada Cuaca Panas Ekstrem Bisa Percepat Kerusakan Baterai!Ilustrasi Suzuki menyiapkan mobil listrik terbaru berupa MPV EV Maruti YMC yang dijadwalkan meluncur 2026. (Dok. NewsBytes)

INDOZONE.ID - Suhu panas esktrem yang mulai dirasakan dan akan melandan sejumlah wilayah di Indonesia di dalam beberapa hari terakhir ternyata juga bisa berpengaruh kepada peforma kendaarn listrik kalian. 

Hal ini diungkapkan langsung oleh pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, seperti yang dikutip dari ANTARA. Ia mengingatkan bahwa kondisi suhu tinggi dapat memengaruhi kinerja dan umur pakai baterai kendaraan listrik (EV).

Yannes menjelaskan bahwa suhu lingkungan di atas 35 derajat Celsius dapat mempercepat penurunan kualitas baterai.

“Reaksi kimia di dalam baterai berlangsung lebih cepat pada suhu tinggi, sehingga kapasitasnya lebih cepat menurun," katanya.

Penurunan kapasitas ini berdampak langsung pada performa kendaraan, seperti berkurangnya jarak tempuh hingga 10–30 persen, proses pengisian daya yang lebih lambat, serta potensi penurunan umur pakai baterai sekitar 8–30 persen.

Baca juga: Kenapa Mobil Listrik Mogok di Rel? Ternyata Ini Penyebabnya

Kondisi tersebut membuat pengguna kendaraan listrik perlu lebih memperhatikan perawatan, terutama saat cuaca panas. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain mengaktifkan fitur preconditioning sebelum berkendara, memarkir kendaraan di tempat teduh atau garasi, serta menghindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama.

Selain itu, pengguna disarankan menjaga tingkat daya baterai (SoC) di kisaran 20–80 persen dan menghindari penggunaan fast charging saat suhu lingkungan sedang tinggi. Pemeriksaan rutin sistem pendingin baterai, seperti cairan pendingin (coolant) dan sensor suhu, juga penting untuk menjaga performa tetap optimal.

Terkait kebiasaan pengisian daya, Yannes menekankan agar tidak mengisi baterai hingga 100 persen setiap hari, terutama saat cuaca panas. Ia juga mengingatkan untuk tidak melakukan pengisian cepat ketika baterai masih panas setelah digunakan.

“Pengisian daya sebaiknya dilakukan pada malam hari ketika suhu lebih rendah. Jika memungkinkan, gunakan pengisian Level 2 dan batasi fast charging hingga 80 persen saja. Ini penting untuk mencegah panas tambahan yang dapat mempercepat penuaan baterai,” ujarnya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Mengancam, Perhatikan Hal-Hal Ini Saat Bawa Kendaraan

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagian besar kendaraan listrik modern sudah dilengkapi sistem manajemen termal (TMS) berbasis pendingin cair yang mampu menjaga suhu baterai tetap optimal di kisaran 20–40 derajat Celsius. Sistem ini bahkan dapat bekerja pada suhu lingkungan di atas 40 derajat Celsius dengan mengaktifkan pompa dan kipas secara otomatis.

Namun demikian, sistem tersebut tetap memiliki keterbatasan. Dalam kondisi ekstrem, TMS dapat mengonsumsi energi tambahan yang berpotensi mengurangi jarak tempuh hingga 5–10 persen.

“Pada kondisi ekstrem, TMS tetap mengonsumsi energi tambahan yang bisa mengurangi jarak tempuh sekitar 5 sampai 10 persen. Karena itu, pengguna tetap perlu melakukan langkah perawatan tambahan,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dear Pengguna Mobil Listrik, Waspada Cuaca Panas Ekstrem Bisa Percepat Kerusakan Baterai!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!