Ilustrasi pabrikan Nissan di Jepang. (Ilustrasi/REUTERS/Henry Romero)
INDOZONE.ID - Raksasa otomotif asal Jepang, Nissan Motor Co., secara terang-terangan mengakui bahwa mereka harus menepis ego dan mulai "berguru" kepada para pabrikan otomotif Tiongkok demi bisa bertahan di era gempuran kendaraan listrik modern.
Melalui pengumuman resminya pada 12 Juni 2026, Nissan meluncurkan strategi radikal yang berhasil memangkas waktu proses pengembangan mobil baru mereka hingga setengahnya.
Langkah berani ini diambil setelah mereka mempelajari bagaimana fleksibel dan cepatnya ekosistem industri otomotif di Negeri Tirai Bambu dalam meluncurkan sebuah produk baru ke pasar.
Ilustrasi Pabrik Nissan di Daerah Jepang. (Ilustrasi/REUTERS/ Maki Shiraki)
Bagi sebuah pabrikan mobil konvensional, siklus pengembangan sebuah mobil dari selembar sketsa kertas hingga menjadi unit utuh yang siap dijual di dealer biasanya memakan waktu yang sangat lama rata-rata mencapai 55 bulan atau sekitar 4,5 tahun.
Proses lama ini mencakup riset pasar, pembuatan prototipe fisik, hingga serangkaian uji coba ketat di berbagai medan jalan. Namun, Nissan kini sukses memotong durasi panjang tersebut menjadi hanya 26 bulan atau sekitar 2 tahun saja.
Strategi pemangkasan lini waktu (timeline) ini secara masif terinspirasi oleh model iterasi cepat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dipelopori oleh pabrikan-pabrikan kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok.
Dengan bantuan teknologi simulasi digital dan AI, proses uji coba prototipe fisik yang memakan waktu tahunan kini bisa disimulasikan secara akurat dalam hitungan bulan saja.
Langkah transformasi Nissan untuk merombak total cara kerja manufaktur mereka sebenarnya berakar dari pengalaman langsung di pasar domestik Tiongkok.
Baca juga: Nissan Tarik 68 Ribu Mobil karena Pedal Gas Bermasalah
Lewat perusahaan patungan (joint venture) mereka bersama Dongfeng Motor, raksasa Jepang ini mulai menyerap keahlian lokal dan integrasi teknologi siber yang super cepat.
Proyek percontohan (pilot project) pertama yang menggunakan metode kilat ini adalah Nissan N7, sebuah mobil listrik murni (full-electric) yang sempat diperkenalkan ke publik pada April 2025 lalu. Proses pengembangan Nissan N7 dari nol hingga siap produksi terbukti sukses rampung hanya dalam kurun waktu dua tahun.
Melihat keberhasilan dari proyek N7 tersebut, President Nissan, Ivan Espinosa, mengonfirmasi bahwa proses pengembangan super cepat ini telah divalidasi dan akan diimplementasikan pada mobil legendaris generasi terbaru mereka, Nissan Skyline, yang dijadwalkan meluncur pada musim dingin (akhir tahun) 2026 ini.
Tidak main-main, Nissan menargetkan alur kerja kilat ala Tiongkok ini akan diterapkan pada 90% proyek mobil baru mereka di sepanjang tahun fiskal 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina