Ilustrasi mobil nasional Indonesia, Timor (Wikipedia)
INDOZONE.ID - Indonesia dikenal sebagai salah satu basis produksi otomotif terbesar di Asia Tenggara. Namun di balik dominasi merek Jepang dan Korea, ada sejumlah kendaraan yang lahir dari ambisi besar untuk menghadirkan mobil karya anak bangsa.
Perjalanan itu tidak selalu mulus. Ada yang menjadi simbol mimpi nasional, ada yang lahir dari kolaborasi sekolah kejuruan, hingga kendaraan taktis yang kini digunakan institusi pertahanan negara.
Nama Timor hampir selalu muncul ketika membahas sejarah mobil nasional Indonesia. Mobil ini diproduksi melalui proyek PT Timor Putra Nasional pada pertengahan 1990-an sebagai bagian dari program mobil nasional.
Model paling dikenal adalah Timor S515 yang berbasis pada kendaraan produksi Kia Motors dari Korea Selatan. Meski tidak sepenuhnya dirancang di Indonesia, Timor menjadi simbol pertama upaya pemerintah membangun merek mobil nasional.
Baca juga: Cara Melihat PCD Velg Mobil
Namun program tersebut akhirnya terhenti setelah menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan perdagangan internasional.
Timor mungkin tidak bertahan lama, tetapi namanya tetap tercatat sebagai tonggak awal mimpi Indonesia memiliki merek mobil sendiri.
Jika Timor lahir dari kebijakan pemerintah, Esemka justru tumbuh dari dunia pendidikan vokasi.
Menurut Wikipedia, merek Esemka berasal dari singkatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Proyek ini mulai dikenal luas setelah mobil rakitan siswa SMK di Jawa Tengah digunakan oleh Joko Widodo saat masih menjabat Wali Kota Solo.
Perusahaan di baliknya, PT Solo Manufaktur Kreasi, menyebut Esemka sebagai kendaraan yang diproduksi di Indonesia dan menggunakan berbagai komponen lokal. Pabriknya di Boyolali, Jawa Tengah, diresmikan pada 2019 dengan kapasitas produksi hingga 12.000 kendaraan per tahun.
Baca juga: Mobil MG Buatan Mana? Ini Sejarahnya dari Inggris ke China
Meski perjalanan bisnisnya kerap menjadi perdebatan publik, Esemka tetap menjadi salah satu simbol penting dalam diskusi mengenai kemandirian industri otomotif nasional.
Berbeda dari Timor dan Esemka yang menyasar pasar sipil, Pindad Maung lahir untuk kebutuhan pertahanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: