Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 17 JUNI 2026 • 14:00 WIB

Benarkah Mobil Listrik Bisa Membebani Jaringan Listrik? Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Benarkah Mobil Listrik Bisa Membebani Jaringan Listrik? Ini Fakta yang Perlu DiketahuiIlustrasi mobil listrik. (Dok. Freepik.)

INDOZONE.ID - Seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik (EV) dan plug-in hybrid di berbagai negara, muncul kekhawatiran bahwa lonjakan jumlah kendaraan listrik dapat membebani jaringan listrik nasional. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa jika jutaan mobil listrik diisi daya secara bersamaan, pasokan listrik akan kolaps dan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, benarkah kekhawatiran tersebut?

Faktanya, berbagai studi dan data menunjukkan bahwa jaringan listrik masih mampu mengakomodasi pertumbuhan kendaraan listrik, asalkan proses adopsinya berlangsung secara bertahap dan didukung pengelolaan energi yang tepat.

Kekhawatiran: Semua Mobil Listrik Mengisi Daya Bersamaan

Salah satu argumen yang sering muncul adalah simulasi yang memperkirakan kebutuhan listrik akan melonjak drastis jika seluruh kendaraan bermesin bensin dan diesel langsung digantikan oleh mobil listrik.

Sebagai contoh, Inggris memiliki sekitar 32,7 juta mobil. Jika seluruh kendaraan tersebut berubah menjadi mobil listrik dan diisi daya secara bersamaan menggunakan charger rumah berdaya 7 kW, kebutuhan listriknya bisa mencapai 229 GW. Angka tersebut lebih dari dua kali kapasitas jaringan listrik Inggris yang berada di kisaran 101 GW.

Sekilas, angka ini memang terlihat mengkhawatirkan. Namun, skenario tersebut sebenarnya hampir mustahil terjadi di dunia nyata.

Baca juga: Tidak Cuma Hemat, Pengguna Mobil Listrik Soroti Pentingnya Pahami Sistem Keselamatan EV

Adopsi Mobil Listrik Tidak Terjadi Dalam Semalam

Peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke mobil listrik berlangsung secara bertahap. Konsumen umumnya tidak langsung mengganti kendaraan yang masih layak pakai hanya karena teknologi baru hadir.

Selain itu, kapasitas produksi mobil listrik global juga belum memungkinkan seluruh masyarakat beralih ke EV dalam waktu singkat. Karena itu, peningkatan jumlah kendaraan listrik akan berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.

Di Indonesia sendiri, pasar kendaraan listrik masih terus berkembang. Berdasarkan tren saat ini, adopsi EV meningkat dari tahun ke tahun, tetapi porsinya masih jauh dibandingkan jumlah kendaraan konvensional yang beredar di jalan.

Mitos: Semua Pemilik EV Akan Mengisi Daya Pada Waktu yang Sama

Anggapan lain yang sering muncul adalah semua pengguna mobil listrik akan mengisi daya secara bersamaan sehingga menciptakan lonjakan beban yang sangat besar.

Pada kenyataannya, perilaku pengguna kendaraan listrik sangat beragam. Ada yang mengisi daya di rumah pada malam hari, ada yang menggunakan fasilitas pengisian di kantor, pusat perbelanjaan, maupun stasiun pengisian umum.

Jika menggunakan logika yang sama, seluruh masyarakat juga bisa saja menyalakan mesin cuci, AC, atau perangkat elektronik berdaya tinggi secara bersamaan. Namun kenyataannya, pola penggunaan listrik selalu tersebar sepanjang hari sehingga beban jaringan tetap dapat dikelola.

Konsumsi Listrik Mobil Listrik Tidak Sebesar yang Dibayangkan

Benarkah Mobil Listrik Bisa Membebani Jaringan Listrik? Ini Fakta yang Perlu DiketahuiIlustrasi jaringan listrik. (ArenaEV)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ArenaEV

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Benarkah Mobil Listrik Bisa Membebani Jaringan Listrik? Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!