Denza Z, sub-brand premium BYD. (ArenaEV)
INDOZONE.ID - Denza, sub-brand premium milik raksasa otomotif China, BYD, resmi mengajukan spesifikasi teknis mobil listrik performa tinggi terbarunya dalam proses homologasi kendaraan di China. Model yang diberi nama Denza Z ini diproyeksikan menjadi mobil paling bertenaga yang pernah dibuat Denza.
Kehadiran Denza Z menjadi langkah besar bagi BYD untuk masuk ke segmen sportscar listrik premium yang selama ini didominasi pabrikan Eropa seperti Porsche, Mercedes-AMG, hingga Ferrari. Berbeda dengan lini produk Denza sebelumnya yang identik dengan MPV mewah dan SUV keluarga, Denza Z hadir sebagai mobil sport yang berorientasi pada performa.
Berdasarkan dokumen yang diajukan, Denza Z mengusung konfigurasi tiga motor listrik dengan total tenaga mencapai 1.180 kW atau setara 1.582 hp.
Sistem penggeraknya terdiri dari:
Kombinasi tersebut membuat Denza Z diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu sekitar 2 detik.
Jika angka tersebut terbukti saat peluncuran resmi, Denza Z akan masuk dalam jajaran mobil listrik tercepat di dunia dan bersaing langsung dengan sejumlah hypercar listrik premium.
Baca juga: DENZA Z, Supercar Listrik 1.000 HP yang Bisa Drift Otomatis
Denza Z dijadwalkan meluncur secara resmi pada Juli 2026 dengan dua pilihan bodi.
Varian pertama adalah convertible empat penumpang yang menggunakan atap soft-top lipat. Mobil ini memiliki dimensi:
Sebagai perbandingan, ukuran Denza Z lebih ringkas dibanding generasi terbaru Mercedes-AMG GT.
Varian convertible menggunakan velg 20 inci dengan ban depan berukuran 255/40 dan belakang 265/40. Bobot kosongnya mencapai 2.290 kg dengan kecepatan maksimum yang diklaim menyentuh 300 km/jam.
Dari sisi desain, Denza Z tampil agresif dengan kap mesin rendah, ventilasi udara fungsional, fender belakang yang berotot, diffuser besar, serta lampu belakang berbentuk berlian yang menjadi ciri khasnya.
Selain model convertible, Denza juga menyiapkan varian hardtop roadster.
Model ini menggunakan atap permanen dengan desain lebih aerodinamis. Tingginya bahkan 20 mm lebih rendah dibanding versi soft-top.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ArenaEV