INDOZONE.ID - Studi independen dari Jerman dan China, mengonfirmasi bahwa kendaraan listrik bekerja jauh di bawah ambang batas radiasi, yang dianggap berbahaya bagi manusia.
Salah satu organisiasi terbesar di Eropa, Klub Otomotif Jerman (ADAC), melakukan pengukuran langsung pada 11 mobil listrik murni, beberapa kendaraan plug in hybrid, dan satu mobil bensin.
Hasilnya tingkat radiasi elektromagnetik di kabin mobil listrik setara. Bahkan lebih rendah, dibanding kendaraan bermesin bensin.
“Paparan tertinggi terdeteksi di area kaki, namun masih jauh di bawah ambang batas keselamatan internasional,” tulis laporan ADAC seperti dikutip IT-home.
Dalam pengujian juga menunjukkan, area kepala dan tubuh penumpang nyaris tidak terpapar secara signifikan.
Pengisian Daya Tak Menambah Risiko
Pengujian juga mencakup kondisi saat pengisian daya, baik AC maupun DC.
Bahkan, fast charging DC justru menghasilkan radiasi lebih rendah dibanding pengisian AC yang lebih lambat.
Baca juga: Lonjakan Pasar Mobil Listrik Indonesia Bikin Bos BYD Terkejut, Padahal China Butuh 8 Tahun
Artinya, isu kekhawatiran terpapar radiasi saat ngecas mobil listrik di rumah atau SPKLU, tidak didukung oleh data lapangan.
Mobil Listrik China Diuji Ketat
Di China, pengujian dilakukan lebih komprehensif lewat sistem NESTA (New Energy Safety Technical Assessment).
Sejak awal 2025, Lembaga Riset dan Sertifikasi Otomotif di China (CATARC), telah menjalankan lebih dari 300 proyek evaluasi keselamatan kendaraan energi baru.
Hingga kini, 14 model mobil China dinyatakan lolos verifikasi enam dimensi keselamatan.
6 Aspek Keselamatan yang Dinilai
Sertifikasi NESTA menilai mobil listrik dari enam sisi:
Keselamatan pengisian daya
Keselamatan elektromagnetik
Keselamatan fungsional
Keselamatan tegangan tinggi
Keselamatan baterai
Keselamatan kebakaran
Beberapa model yang lolos antara lain Xiaomi YU7, BYD Han L, Aito M7, hingga Jetour Zongheng G700.
Angka Radiasi di Kabin
Pengukuran di dunia nyata menunjukkan radiasi elektromagnetik mobil listrik China berada di kisaran 0,8–1,0 μT di baris depan, dan 0,3–0,5 μT di baris belakang
Sebagai perbandingan, batas nasional China adalah 100 μT.
Itu berarti hanya sekitar 1 persen dari ambang aman.
Lebih Aman dari Perangkat Rumah Tangga
Jika dibandingkan dengan selimut listrik, yang sering digunakan warga China, perangkat tersebut justru memancarkan radiasi 10–50 μT.
Angka ini puluhan kali lebih tinggi dibanding radiasi yang dihasilkan mobil listrik modern.
Radiasi tertinggi di EV umumnya muncul di dekat motor listrik dan kabel, bukan di area kepala atau badan penumpang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ITHome