Ilustrasi motor listrik Indonesia, Alva (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)
INDOZONE.ID - Fenomena peralihan dari sepeda motor konvensional berbasis bensin (ICE) ke sepeda motor listrik (e-Motorcycle) kini tengah berkembang pesat di Indonesia.
Banyak produk baru yang menawarkan efisiensi tinggi, serta biaya kepemilikan yang kompetitif membuat banyak komuter urban mulai memindahkan isi garasi mereka ke kendaraan nirkabel ini.
Namun, bagi para pemilik baru, masa-masa awal setelah motor keluar dari dealer, sering kali memicu pertanyaan mendasar.
Salah satu mitos atau kebiasaan lama yang paling sering diperdebatkan adalah, apakah motor listrik baru perlu melewati masa pembiasaan komponen atau yang akrab disebut "inreyen" (break-in)?
Untuk memahami bagaimana memperlakukan motor listrik baru dengan tepat tanpa terjebak kebiasaan lama, berikut adalah ulasan mengenai tiga hal utama yang wajib dipahami setelah membeli motor listrik.
Pengguna motor listrik Polytron. (Ist)
Pada sepeda motor konvensional, masa inreyen (biasanya 1.000 km pertama) sangat krusial karena mesin membutuhkan waktu agar komponen bergerak seperti piston, blok silinder, dan ring piston dapat saling mengikis secara halus hingga presisi.
Selama masa ini, pemilik dilarang menggeber motor pada kecepatan tinggi atau membawa beban terlalu berat. Pada motor listrik, konsep ini sepenuhnya tidak berlaku.
Baca juga: Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Ditunda 1 Bulan, Kenapa?
Sektor dapur pacu motor listrik mengandalkan komponen magnetik dan kumparan di dalam dinamo (seperti tipe BLDC in-wheel atau mid-drive) yang bekerja menggunakan gaya elektromagnetik tanpa adanya gesekan mekanis antar-komponen ruang bakar.
Sejak kilometer pertama, motor listrik sudah berada dalam kondisi siap tempur, dan aman untuk langsung digunakan sesuai batas kemampuan maksimalnya.
Motor listrik terbaru buatan Xiaomi, Xiaomi A1. (rideapart.com)
Meskipun unit motornya sendiri tidak membutuhkan adaptasi mekanis, justru sisi pengendara yang membutuhkan masa penyesuaian (inreyen rasa berkendara).
Karakteristik utama dari motor listrik adalah penyaluran tenaga yang bersifat instan. Berbeda dengan motor bensin yang membutuhkan raungan mesin untuk mencapai torsi puncak, motor listrik akan langsung memuntahkan torsi maksimal sejak tuas gas pertama kali diputar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polytron Official